1lBn3oUcMXadgYplTY9quoFOh2yQQsKaYuogpOlq

Mancing di Bawah Tiang Listrik

“Kopimu pahit, kan?”

“Tidak, aku memesan kopi susu, daripada pahit lebih terasa gurih.”

“Besok mancing ikan di mana?”

“Bagaimana kalau di spot bawah tiang listrik itu, dengar-dengar banyak ikan setelah banjir kemarin.”

“Boleh..., tapi ngomong-ngomong kamu dengar dari mana?”

“Dari seorang teman.”

“Kamu kok bisa langsung percaya sama perkataan seseorang? Bahkan sebelumnya kamu tidak pernah berusaha melakukan validasi informasi apapun. Kamu sudah kayak orang-orang pada umumnya, yang langsung percaya dengan kata-kata orang yang ditemui. Tanpa konfirmasi kebenaran kepada orang yang bersangkutan lainnya. Kamu sebagai orang yang tidak tahu apa-apa seharusnya sadar, tidak usah terlalu percaya sebelum memastikan data itu benar. Apalagi langsung menyebarkan kepada orang-orang yang sama-sama tidak ada hubungannya. Ingat, umurmu sudah mendekati 30, jangan terlalu goblok. Kok percaya langsung ke omongan orang, menyebarkan kebenaran yang belum tentu, tanpa memikirkan dampak yang terjadi setelah menyebarkannya. Kukira kamu yang sudah lumayan berumur ini sudah dewasa dan bijaksana, ternyata sangat tolol sekali. Kamu goblok, aku tidak akan pernah mau mancing ikan denganmu jika masih goblok begitu.”

“Maaf.”

“Aku tidak pernah membicarakan hal ini sebelumnya. Tapi kenapa kamu, sebagai orang yang aku percaya, justru menyebarkan ketololan kepada orang-orang yang sama sekali tidak ada hubungannya. Percaya kalau spot mancing itu banyak ikan, tolol sekali, setiap sungai di sini sudah tidak ada ikannya. Dan sekarang, isi otakmu juga sudah tidak ada. Pinjam kata-kata Mas Nis, kamu itu sudah keblinger.”

“Maaf, besok kita mancing, ya. Cari spot sendiri, mencari informasi yang benar dari kedua belah pihak, dan tidak langsung menyebarkan tanpa memikirkan dampaknya terlebih dulu.”

“Oke deh, besok kita mancing di alam yang dalam.”

“Benar, tanpa bertemu orang-orang yang selalu bersikap tidak adil.”

“Betul, tanpa bertemu orang-orang yang selalu menjadikan posisi kita bersalah, padahal-“

“Sudahlah, kita habiskan kopi dan menyiapkan pancing untuk besok.”

mancing di bawah tiang listrik


Related Posts

Related Posts

Posting Komentar