Ternyata dunia ini luas. Dan aku cukup keliru, Musuhku, kamu lumayan tidak menghancurkan kehidupanku. Di luar sana, ada orang yang jauh ganas dan berbahaya daripada kamu.

Dia sekonyong-konyong datang dengan muka manis, memelas, dan tampak benar-benar membutuhkan. Aku mempersilakan dia untuk masuk dengan ramah, mempercayakan berbagai hal kepadanya, serta membicarakan cita-cita yang sebenarnya amat pribadi itu.

Orang itu kini tahu berbagai rahasia yang seharusnya hanya diketahui orang-orang tertentu. Dia asing, dan menjadi mata-mata yang lumayan mengerikan untuk kelompoknya. Akhirnya, reputasi yang selama ini kujaga sudah goyang tidak keruan.

Kenyataan itu baru-baru ini kuketahui.

Barangkali, dikhianati orang lain adalah bakatku yang terdalam, ya.

Pada saat ini, aku menahan diri untuk tidak berbuat yang buruk. Aku tetap ramah, dan kamu tahu itu. Namun untuk beberapa hal tentang masa depan, sebaiknya tetap menjadi rahasia bahkan untuk diriku sendiri.

Mungkin itu lebih baik; supaya aku tidak berbicara terlalu banyak, supaya terhindar dari bergantung kepada manusia, supaya sedikit lepas dari pengkhianatan. //

Menengok ke Belakang Sebentar Seloki Jusuf Fitroh