Apakah kamu ingin membaca cerita sedih dari orang lain?

Berdasarkan pengalamanku, cerita orang yang lebih sedih bisa membuat kamu merasa demikian baik.

Aku ingin membantumu. Akan kutuliskan cerita tersebut dari orang yang berada di antah berantah, hanya untuk kamu seorang.

Semoga hari-harimu menjadi lebih bahagia daripada sebelumnya. Meskipun kamu sekarang tengah berada dalam kesulitan, misalnya ban motor kempes atau kehilangan pemotong kuku. Keadaan yang demikian biasa itu, di tanganmu bisa menjadi bencana.

Seperti kegiatanmu ke salon untuk merapikan –penyebutanmu—rambut, padahal hanya memotong setengan sentimeter, yang tertunda. Waktu mengecat kuku tangan dan kaki dengan warna merah muda yang juga tertunda karena tidur siang. Atau porsi makan malam yang berlebihan.

Keadaan yang demikian biasa, di tanganmu menjadi bencana.

Ceritanya akan aku mulai.

Alkisah, di suatu tempat tersembunyi, hiduplah seorang laki-laki.

Kamu malam menggerutu, mengapa harus laki-laki, mengapa tidak menulis cerita tentang perempuan agar kamu tahu bagaimana penderitaanku saat ban motor kempes, kehilangan pemotong kuku, jadwal merapikan rambut dan mengecat kuku tertunda, dan makan malam dengan porsi besar?

Tenanglah, sayang, tenang. Kamu harus mencoba membaca cerita meskipun pada awalnya tidak suka. Supaya kamu terbiasa, dengan keadaan yang tidak kamu inginkan.

Kamu diam dengan bibir yang ingin saya tonjok. Astaghfirulloh, tidak, tidak.

Lelaki tersebut berada dalam keadaan miskin. Tentu keadaan itu berbeda dengan kamu sekarang.

Dia menghubungi kekasihnya melalui media sosial, namun jarang dijawab karena ternyata kekasihnya selalu ngewe dengan laki-laki lain.

Ya, kamu tertarik kan? Cerita tentang persetubuhan selalu menarik bagi manusia yang di dalam tubuhnya bersemayam iblis.

Kamu marah lagi, tidak ada iblis, kamu sudah melihat luar dan dalamku. Semuanya mulus karena aku selalu merawat dengan baik dan benar.

Aih, aih, jembut kura-kura!

Meski begitu laki-laki itu selalu mendoakan untuk kebaikan sang kekasih.

Ceritakan yang lain, aku bosan dengan cerita yang begitu.

Tunggu, sayang. Ada bagian yang pasti mengesankan untukmu. Sebenarnya laki-laki itu sudah tahu sejak lama kalau kekasihnya melakukan persetubuhan dengan setiap laki-laki lain yang tergoda.

Dia kemudian keluar dari pekerjaan, melempar ponsel ke laut. Dia sudah tidak kuat menahan setiap hari membayangkan kekasihnya mendesah keenakan. Padahal dengan dirinya sendiri belum pernah begitu.

Pada hari yang cerah, lelaki itu terbang dengan tiket pesawat yang sudah dibeli jauh-jauh hari dengan uang tabungan yang sudah dikumpulkan jauh-jauh tahun.

Dia pergi ke Jepang untuk bunuh diri di salah satu hutan di sana.

Ceritanya tamat.

Kamu tidak bisa membuat cerita. Kamu bukan penulis. Lebih baik kamu ikuti jejak lelaki itu untuk bunuh diri.

Aih, sayang, sebenar-benarnya lelakimu ini memang bukan penulis cerita. Tapi untuk bunuh diri, masih ada keraguan dan ketidaksiapan mental. Bunuh diri bukan sesuatu yang mudah dilakukan oleh pengecut.

Lantas tidak ada penyelesaian untuk masalahku?

Sebenarnya, ada, sih. Kamu harus mengetahui bahwa hidupmu sama sekali tidak istimewa sebagaimana lelaki itu. Kamu tidak perlu risau dengan jadwal ke salon, gunting kuku, atau apapun termasuk jembut.

Kamu juga selalu menuntut untuk menulis cerita yang bagus. Meski pada awalnya seolah-olah tidak mau kamu dengar. Lihatlah, kamu sudah sinting.

Aku ingin selesai denganmu!

Persetan wahai sayangku! Aku akan tetap mencintaimu meskipun kamu ngewe dengan laki-laki lain setiap malam. Sialan kamu ini memang.

Aku bukan manusia langit yang sudah tidak tergiur dengan cinta sesama manusia. Bukan seorang penulis hebat, dan kamu sudah melihat sendiri dengan mata yang kosong itu. Sialan benar kamu ini, beresengsek sekali!

Silakan pergi ke manapun kamu suka. Aku akan tetap mabuk dan melupakanmu barang sebentar. Hidup ini tidak istimewa dan aku tidak akan pernah puas karenanya.

Aku tidak akan ngewe tanpa alasan.

Astaga, itu hanya kiasan doang. Kamu tidak perlu menganggapnya serius. Toh aku tahu, kamu perempuan yang lebih mementingkan penampilan daripada otak, apalagi hanya sekadar hasrat seksual.

Maksudnya gimana?

Kan bego sekali kamu ini. Ya tidak apa-apa.

Eh, ngomong-ngomong kalau kamu ingin mabuk, sini datang ke kos. Mumpung masih ada dua botol yang belum dibuka. Ini serius, benar-benar serius. Teman-temanku sudah kelenger.

Emoh.