Mohon Maaf dan Terima Kasih

Aku ingin percaya kepada orang lain. Sungguh. Aku tidak bohong. Namun mengapa, setiap kejadian yang kualami selalu berlawanan? Selalu menyeret untuk tidak percaya ke siapa pun?

Hari-hari yang berat nan penuh azab. Sebenarnya apa dosaku di kehidupan sebelumnya? Hingga sekarang, azab mengekor sejak lama?

Itu bukan azab, hanya ujian. Kata seorang di antah berantah. 

Mohon maaf untuk segala-galanya. Aku ingin menceritakan banyak hal ke seseorang. Lagi-lagi tiada satu pun yang punya telinga dan mau mendengarkan. Cerita menyedihkan dariku akan sampai ke telinga orang-orang lain. Yang justru menganggap itu sebagai makanan lezat.

Sekarang, setiap orang niscaya khianat.

Aku merasa sedikit tenang, setelah menulis beberapa kalimat di blog ini. Seperti ikatan keras di sekujur tubuh terbuka satu dari sekian ribu simpul mati. 

Tak habis pikir, orang-orang itu sekuat tenaga justru berusaha menghancurkan hidupku. Ini lucu. Mengingat aku bahkan tidak pernah berniat untuk sekadar merencakan sesuatu yang buruk kepada mereka. 

Ya, walaupun di sisi lain aku bukan manusia yang mulia-mulia amat. Lebih suka mabuk daripada zikir, lebih suka lihat bokep daripada melihat borok orang lain. 

Baiklah, baik, semoga kalian yang sampai sekarang masih berusaha keras untuk lebih menghancur-leburkan hidup manusia satu ini. Kehidupan kalian tetap baik-baik saja. Kalau kalian mengalami hal serupa sepertiku selama waktu-waktu yang lalu, pasti kalian tidak akan kuat. 

Terimakasih para berengsek yang budiman.

mohon maaf dan terima kasih


Tinggalkan Komentar

1 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)