Manusia Berengsek Itu Mana Paham?

Perjuanganmu untuk menghancurkan usaha milik temanmu, yang pada waktu lalu kau puja sebagai penyelamat hidupmu, ternyata tidak putus-putus.

Usahamu itu tetap abadi. Kau menggonggong tentang kebohongan. Kata-kata culas yang tajam menusuk dari dalam dan luar. 

Aku sudah lumayan bersabar. Menahan berbagai ombak yang, jika kubiarkan melaju, akan hancur dan pecah di mukamu.

Baiklah, akan kuurus segalanya sendiri. 

Aku sudah paham dengan ketololan semacam ini, dan yang benar-benar tolol adalah sikapku, yang mempercayakan berbagai hal kepadamu. 


Oh, malam, anggur, dan ketololan serupa.

Oh,

Oooohhh aku ingin mengutuk manusia menjadi abu, andai aku tidak khawatir dikutuk Tuhan lebih dulu, menjadi abu. 


Semoga kau menjadi lebih baik. 

Semoga aku ikhlas menerima semuanya. 

Tapi tolonglah, tersiksalah dahulu kau di neraka!!!

Tinggalkan Komentar

0 Comments