Bodoh dan Marah

Ini adalah rasa yang aneh. Barangkali saya sedang dirasuki setan bandel. Atau sedang miskin dan lapar, tanpa harapan, tanpa ilmu. 

Namun, kawan-kawanku yang budiman, walaupun orang-orang selalu mengatakan bahwa saya itu tampan. Saya selalu memelihara rasa rendah hati, lho

Tidak pernah sombong, apalagi mengatakan kalau orang-orang mengatakan kalau saya tampan. 

Dua hari lalu saya bertemu seorang teman yang begitu menyebalkan. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak punya uang. Ternyata keluar bareng pacar, uangnya dibuat sewa hotel. Untung saya memergoki mereka di sebelah kamar nomor 12. Saya langsung memukul wajahnya, sebab telah membohongi saya, sebab lain saya lagi malu setengah mati. 

Sehari setelahnya, saya bertemu seorang teman lainnya. Dia mengatakan tidak punya pekerjaan, kemudian dia menawari saya pekerjaan. Sikap yang terlalu bodoh, pikir saya waktu itu. Kalau kau tak punya kerjaan, mengapa kau malah memberi aku informasi tentang pekerjaan? Katanya dia tidak butuh pekerjaan, dia sudah punya uang, setidaknya untuk membayar seluruh karyawan di perusahaan yang kemudian dia tawarkan informasi lowongannya kepada saya. Saya meloncat dan memukul wajahnya, dia kehilangan satu gigi, saya kehilangan kesempatan mendapat uang. 

Pagi ini saya memukul wajah sendiri karena bodoh dan pemarah. Walaupun begitu saya tetap tampan sebagaimana yang dikatakan orang-orang. 

Bodoh dan Marah
Photo by NEOSiAM 2020 from Pexels


Tinggalkan Komentar

0 Comments