Tongkat Sihir

Memancing hari ini tidak dapat ikan. Dua hari lalu hanya dapat seekor hampala remaja. Gara-gara tidak dapat ikan, saya jadi lelah dua kali lipat. Istirahat sejenak di lantai. 

Saya lantas mengambil HP, melihat pesan tentang pekerjaan. Membalasnya dengan asal. Menghibur diri membuka cerita orang-orang. 

Pada salah satu ceritanya, terdapat gambar buku yang benar-benar membuat saya tertarik. Bukan karena judulnya. Tapi nama penulisnya. 

Dia adalah teman saya dulu, setidaknya pernah kenal. Saya selalu kagum dengan gerakannya yang anggun keparat. Dia, penulis buku yang gambarnya dibuat cerita teman saya, benar-benar menarik. Ya, setidaknya untuk saya. 

Setelah itu muncul cahaya seperti sihir yang ditiupkan penyihir dari ujung tongkat bengkok. Membikin saya lumayan bersemangat, dan jujur saja, saya melupakan lelah dua kali lipat gara-gara memancing tidak dapat ikan.

Muncul ambisi mulia; membeli buku orang itu. Dan mengumpulkan semua buku yang ditulis para kenalan. Saya jauh lebih suka menyimpan buku kenalan daripada buku yang saya tulis sendiri.

Saya kemudian bangkit, membersihkan diri dengan air dingin sekali. Namun, dalam dada ini berkobar semangat yang panas! Saya ingin bekerja untuk uang, supaya bisa menebus nominal dari buku-buku yang dijual.

Mungkin mereka akan senang jika bukunya saya beli. Walaupun mereka tetap menganggap saya sekadar manusia pengganggu, saya akan tetap menyimpan buku-buku mereka.

Semoga kelak kita semua dikumpulkan dalam keadaan yang jauh lebih baik. Meski di akhirat sekalipun. Semoga. //

Tongkat Sihir Seloki
Photo by TOPHEE MARQUEZ from Pexels


Tinggalkan Komentar

0 Comments