Isi Hati Laki-Laki Lemah yang Disembunyikan

Kehidupan jadi sedemikian sulit bagi orang-orang lemah seperti saya. Saya ingin menjelaskan, sebenarnya, betapa lemah diri ini. Hidup yang stagnan tanpa berani beranjak dari keterpurukan. Saat ini akhir tahun, dan saya masih duduk di warung kopi bersama dua orang teman. 

Dua orang itu mempunyai rencana yang tampak benar-benar baik buat masa depan. Mereka hidup tenang, dan wajar, dan terlihat amat santai dengan segala beban. Setidaknya itulah yang sedang saya pikirkan. 

Namun diri ini, jauh dalam sanubari, merasa amat tidak puas dengan kehidupan yang sudah-sudah. Kalau dipikir-pikir, masalah yang saya hadapi tidak jauh berbeda dengan orang-orang itu. Sepele saja. Contohnya; tidak punya uang, sedikit kawan, atau kehabisan kopi. 

Mereka, orang-orang itu, mampu menjalani dengan senang dan ringan. Jelas, dari kenyataan itu, masalah terbesar adalah berada di dalam diri saya sendiri. Bahwa saya hanya manusia lemah. Seorang laki-laki yang tidak sanggup atas segala-galanya. 

Saya merasa berdosa. Amat berdosa. Sebab telah menyia-nyiakan umur lebih dari dua puluh tahun dengan kesia-siaan belaka. 

Walaupun mereka, orang selain saya, mempunyai masalah yang (barangkali) jauh lebih berat. Mereka akan tetap mampu menjalani dengan tenang. Menampakkan ekspresi wajah lembut. Bersikap biasa sebagaimana orang yang mampu menyembunyikan masalah kehidupan.

Saya mesti mengakhiri semua ini! Pikir saya saat ini. Namun kelanjutan dari pikiran mencoba keluar dari kubangan memuakkan itu akan luntur dan lebur tanpa sisa setelah pulang nanti. Saya akan kembali pada lingkaran memuakkan. Kembali pada penyesalan yang jauh lebih besar lagi. 

Keadaan sedemikian memutar sudah kerap saya alami. Muak, putus asa, iri, dengki, cabul, malas...

Apa yang disebut orang-orang sebagai matahari terbit itu masih macet di tengah jalan. Tanpa tahu kapan akan muncul dalam kehidupan saya. Belakangan yang muncul sekadar masalah-masalah kecil, sebenarnya, kemudian menyusun dirinya sendiri menjadi masalah yang meraksasa. Mustahil akan terselesaikan seketika, masalah kehidupan bukan sekadar hasrat berahi yang dapat dibendung dengan onani. Atau, bagi orang-orang yang cukup taat, akan berpuasa dan menahan segala hasrat purba. 

Masalah ini nyata, membuat diri yang lemah ini mesti bertemu, dengan terlampau banyak kebusukan dunia. Sebenarnya setiap manusia mempunyai sesuatu yang disembunyikan. Termasuk keinginan bunuh diri yang sekonyong-konyong muncul dalam hati laki-laki lemah di warung kopi pada akhir tahun. 

Isi Hati Laki-Laki Lemah yang Disembunyikan Seloki
Foto dari HP yang mau saya buang


Tinggalkan Komentar

0 Comments