Kamu Bukan Satu-Satunya yang Mengalami Masalah Itu

Apakah kamu bosan hidup? Ingin menjadi kaya raya untuk memuaskan hasrat duniawi? Atau, atau, untuk tujuan yang lebih mulia; ingin kaya raya untuk membagikan hasil kekayaan kepada setiap orang yang bahkan tidak kamu kenal? Tetapi, ya, setiap menuju tujuan, masalah selalu ada.

Baik, kita runtutkan masalah tersebut! Kita mulai dari kebutuhan pokok; tempat tinggal, makanan, dan pakaian. Kamu ingin memperoleh tempat tinggal layak, tidak makan hanya pakai nasi dan garam setiap hari sampai bosan, serta mengenakan pakaian baru –atau setidaknya berganti. Masalahnya adalah tidak punya uang?

Kamu bukan satu-satunya yang mengalami masalah itu.

Semua permasalahan di dunia ini pernah dimiliki dan dijalani orang lain; kamu ingin menerbitkan buku namun penerbit malah mencaci maki dengan nada tidak jelas untuk naskahmu, kamu ingin hidup tenang namun para tetangga dan kenalan selalu mengganggu, kamu ingin bunuh diri pakai Baygon cair namun tidak mampu membeli bahkan di warung paling murah sekalipun.

Dia bernama Mansor, orang yang memiliki sebagian besar masalah yang dipunyai setiap orang di dunia. Seorang laki-laki lajang, dan jalang, untuk beberapa hal. Dengan ambisi berbahagia dunia dan akhirat, yang belakangan adalah kesimpulan khotbah Jumat yang kebetulan dia dengarkan. Setiap keinginan yang tercetus dari kepalanya, selalu menemui jalan buntu yang rumit. 

Maka dicarinya kenalan yang dianggap dapat mengurai masalah rumit tersebut. Siang itu dia bertemu dengan saya, bergumam tentang serentetan nasib buruk yang sebenarnya biasa saja. Sebab saya, selalu mendengar hal serupa, dari kenalan lainnya. 

“Aku ingin menikah, sungguh,” katanya. “Namun belum memiliki pekerjaan.”

“Aku ingin punya pekerjaan, sungguh,” katanya kemudian. “Tetapi tidak memiliki pandangan ingin kerja apa.”

“Aku ingin punya uang,” akhirnya dia berkata. “Tanpa perlu bekerja, agar bisa ke tempat lokalisasi mana saja.”

Kita cukup mendengar orang-orang seperti Mansor mencurahkan setiap keluh dan kesahnya. Menunggunya sampai kata terakhir dalam kalimat panjangnya. Kemudian dia akan menemukan sendiri apa yang harus dia lakukan.

Bahkan pekerjaan yang menjadi alasannya tidak kunjung menikah sebenaarnya bukan masalah. Orang-orang seperti itu tidak unik dan tidak terlihat; sebab selalu mengulangi masalah setiap manusia pendahulunya.

Yah, terserah, kelanjutan tulisan ini bagaimana pun saya tidak peduli. Sekian. Enggak jelas? Terserah, anjing. Saya tidak ingin menjadikan tulisan jelek sebagai masalah. 

Kamu Bukan Satu-Satunya yang Mengalami Masalah Itu
Src: Pexels

Tinggalkan Komentar

0 Comments