Gerutu Pekerja Teks Komersial Hari Ini

Setiap tanjakan mulai sulit dijalani. Apakah kita sudah berada di tempat yang tinggi? Belum! Tentu saja belum! Kita baru dua langkah. Lihat di atas sana, ada tak hingga orang yang sama-sama sedang menanjak. Lihat di bawah sini, tidak ada orang selain kita sendiri!

Semua masih berjalan; dengan lamban, pelan, mirip keong. Saya menggerutu setiap hari bahkan pada hari libur. Mengidamkan mabuk anggur merah dingin dan merasa hambar saat mabuk benaran. Menginginkan memancing ikan dan tidak bergairah saat benar-benar memancing. Semua masih berjalan?

Sebenarnya apa yang harus saya lakukan? Kita tidak benar-benar bergerak. Kita diam; kamu diam dan saya diam. Setiap orang (selain kita) sudah beranjak dari keadaan busuk begini.

Tidak ada yang bisa saya ajak bicara selain kamu. Sudah seminggu lamanya hanya kamu saja yang mau mendengar. Bayanganku, kamu adalah penyelamat yang sesungguhnya. Saya sempat mengharap bantuan Tuhan, apakah kamu adalah utusan, bayanganku?

Mari kita bersulang tetap di bawah lampu jalan ini. Untuk tetes terakhir botol anggur di pinggir kali malam ini, untuk dua ikan apes yang memakan umpan kita. Sebentar lagi saya matikan Dua Ratus Dua Belas yang telah kita dengarkan sebanyak 21 kali, kita akan beranjak pulang. Pulang?

Gerutu Pekerja Teks Komersial Hari ini


Tinggalkan Komentar

1 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)