Sebenarnya Apa yang Tuan Inginkan?

Sekarang, 17 Mei 2020 di Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sedang tidak baik-baik saja. Banyak pemuda dan orang tua yang tiba-tiba menganggur. Satu-satunya tali tambang untuk melanjutkan penghidupan terputus.

Lebih banyak lagi teman-teman saya makin suka mengeluh. Para guru honorer gajinya tinggal separuh atau ditunda. Para pekerja di pabrik-pabrik terpaksa rebahan di rumah sambil mengutuki tuan. 

Keadaan tidak baik-baik saja ini semakin bertambah parah. Jalan-jalan desa ditutup mulai pukul sembilan malam, itu masih bukan masalah. Namun, salah satu hal yang melatarbelakangi penutupan tersebut adalah pencurian.

Ada orang kehilangan kambing, sepeda motor, ayam yang sedang bertelur, bahkan ikan gurami yang dikuras habis air kolamnya oleh para pencuri. Jumlah orang-orang yang kehilangan peliharaan dan kendaraan memang tidak sebanyak orang yang kehilangan harapan.

Dan yang sudah kehilangan harapan sejak awal makin mustahil keluar dari keterpurukan. Sialan tuan-tuan ini!

Saya hendak berpesan saja, pencurian hewan peliharaan, kendaraan, dan harapan tolong segera diselesaikan--termasuk pencurian-pencurian di tempat lain dengan skala raksasa. Jangan sampailah musibah pencurian berubah menjadi penjarahan masal. Tuan tidak ingin, kan? Pemerintahan ini dikenal sebagai orok yang hendak melahirkan rezim orde paling baru?

Cepatlah, tuan. Cepat bergerak dengan gerak yang bermanfaat untuk semua masyarakat. Tidak sekadar gerak yang memposisikan diri tuan dan bawahan pada posisi aman. Sebelum krisis ekonomi berevolusi menjadi krisis kemanusiaan. //

Sebenarnya Apa yang Tuan Inginkan seloki
Image by Gerd Altmann from Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments