Perjanjian Sakral yang Diperlakukan Sembarangan

Kalimat, jangan membuat janji ketika sedang bahagia, mestinya benar-benar diterapkan. Pasalnya, banyak orang membuat janji untuk memancing namun mengingkari. Ya, perjanjian sakral yang dimaksud adalah memancing.

Kita mesti memikirkan dampak yang ditimbulkan dari perjanjian tersebut. Bayangkan Anda membuat janji untuk pergi memancing pukul 7 pagi di spot mancing kali tertentu. Lantas teman Anda yang sudah berangkat duluan menanti empat jam karena Anda ternyata belum bangun.

Dampak lebih buruk lagi jika janji dibuat untuk mancing malam, teman Anda akan menanti lagi, dan lagi. Dalam gelap sendirian, bersama starled yang sudah tidak bersemangat menarik perhatian ikan. Iya kalau teman Anda pulang selamat, jika bertemu setan di pinggir kali dan dirayu untuk tenggelam maka Anda adalah pembunuh berkat janji palsu itu.

Berhati-hatilah membuat janji mancing, segera kabari andai tidak jadi. Kalau sudah terlanjur janji dan tiba hari di mana akan memancing, tetapi Anda berhalangan hadir, datangi tempat janjian dan minta maaflah kepada teman Anda tersebut. Jangan terlalu berengsek menjadi seorang pemancing!

Budaya minta maaf dan minat tolong mesti segera dibiasakan. Jangan terlampau gengsi mengakui kekeliruan. Jangan biarkan memancing menjadi bencana pertengkaran dengan teman, sebab boncos masih bisa menjadi alasan pertengkaran tersebut. Berikut adalah tips membuat janji yang tepat.

1. Gunakan skala prioritas untuk menentukan mana kegiatan yang perlu dilaksanakan terlebih dulu. Jika sudah demikian, Anda akan dapat menentukan kapan waktu longgar untuk memancing lebih lama. 

2. Jangan memancing jika jadwal terlalu padat. Anda akan membuat kesan ‘rewel’ saat mancing, kemudian teman Anda tidak akan berselera mengajak memancing lagi. Maka dari itu, pilihlah jadwal yang paling longgar.

3. Sesuaikan jadwal antara Anda dan teman Anda. Jika salah satu memiliki jadwal padat yang tidak dapat ditinggal, lebih baik memancing sendiri. Keuntungan memancing sendiri itu, dampak apapun yang bakal terjadi hanya akan dirasakan oleh Anda seorang.

4. Setelah perjanjian dilaksanakan, segera katakan bahwa jika ada keadaan yang darurat, tiba-tiba, atau mendesak, Anda tidak dapat hadir. Dengan begitu teman Anda akan maklum jika keadaan yang demikian benar-benar terjadi.

5. Jangan memaksa teman Anda yang tidak mau memancing.

Memperhatikan etika lumayan dibutuhkan untuk hal-hal yang menyangkut orang lain seperti janji memancing. Meski Anda adalah seorang seperti Sartre yang menganggap orang lain adalah neraka, atau Anda adalah orang yang tidak percaya dengan etika yang baik dan benar. Jangan membuat janji yang menyusahkan orang lain! //

Perjanjian Sakral yang Diperlakukan Sembarangan
Image by Shutterbug75 from Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments