8/4 23.03 to 8/4 23.49

[8/4 23.03] Jusuf Fitroh: Kamu tidak tahu apa yang terjadi padaku
Seolah aku sedang membantumu akan sesuatu
Bangsat! Berengsek!
Semua yang kulakukan tidak untuk orang lain! Melainkan untuk diriku sendiri.
Aku masih ingin menunda mati!

[8/4 23.04] Si Berengsek: Yang jelas berkatmu aku melalui hari dengan cukup berguna.

[8/4 23.06] Jusuf Fitroh: Bodo!
Jangan membuatku seolah baik!
Kebaikan hanya akan mengantar ke depan pintu mati.
Jika hidup senantiasa tenang, orang akan rela meninggalkan kehidupan
Aku masih gelisah, masih punya urusan, juga ambisi
Dan semuanya bukan untuk tampak baik di mata siapapun juga

[8/4 23.07] Si Berengsek: Baiklah...

[8/4 23.07] Jusuf Fitroh: Mana minta uang yang banyak!

[8/4 23.10] Si Berengsek: Jangan buat aku jadi orang lain bangsat!

[8/4 23.11] Jusuf Fitroh: Mestinya kau di sana bersyukur!
Masih bisa berkumpul
Kebal wabah
Menjalankan kesenangan
Kaya raya

[8/4 23.12] Jusuf Fitroh: Kau tidak akan teramat membutuhkan uang sebagaimana aku di sini membutuhkannya.

[8/4 23.12] Si Berengsek: Aku akan meminjamimu uang.

[8/4 23.13] Jusuf Fitroh: Gah!
[8/4 23.14] Jusuf Fitroh: Aku mau minta! Merampok!

[8/4 23.15] Si Berengsek: Ada apa denganmu, Musuh? Berbagilah masalah denganku. Apa yang membuatmu seperti ini

[8/4 23.23] Jusuf Fitroh: Siapa kau?
Dengan alasan tidak jelas, memintaku menceritakan masalah

[8/4 23.25] Si Berengsek: Aku musuhmu. Kau bilang begitu di masa lalu. Harusnya musuh tahu semua kelemahan musuhnya.

[8/4 23.25] Jusuf Fitroh: Dengan meminta kepada orangnya?
Jangan terlampau tolol begitu

[8/4 23.28] Si Berengsek: Ketololan musuhmu ini bisa membuatmu tau bahwa aku akan selalu datang dari arah yang sama. Musuhmu tidak akan berkumpul dengan musuhmu yang lain untuk membicarakan kelemahanmu.

[8/4 23.29] Jusuf Fitroh: Kelemahanku hanya miskin. Asu
Aku ingin mabuk tapi miskin.

[8/4 23.36] Si Berengsek: Sayangnya aku masih miskin. Dan aku bukan pemabuk untuk bisa berbagi anggur.
Kalau kau bernenan, apa kau mau berusaha melalui kemiskinan ini dengan bantuanku? Menulislah novel di sela-sela memancingmu. Aku kehilangan semua tulisanmu. Aku akan berusaha menjadi editor yang baik, walau aku masih perlu belajar tak henti2. Kalau gagal, kita coba ratusan kali. Kalau kau berhasil, kau akan membuat jalan untukku jg. Kau juga akan membuat jalan pada uang2 yang nantinya berdatangan dalam keadaan tak terduga.

[8/4 23.39] Jusuf Fitroh: Novel ditulis tidak untuk uang. Sebagaimana kau mengajar jadi guru.
Aku ingin minta izin merampok padamu!
Atau kau bisa membeli sesuatu dariku, selain harga diri! Sebab harga diri sudah kugadaikan, tanpa bisa ditebus.

[8/4 23.44] Si Berengsek: Novel akan memberi jalan pada uang2 yang datang dr arah tanpa kau sangka2.
Dan dengar, Musuh. Namamu tdk sekecil namaku atau Naja. Kemampuanmu tidak selemah kemampuanku atau Naja.

[8/4 23.46] Jusuf Fitroh: Aku dari trah dewa yang terlempar ke dunia fana. Kalian hanya campuran yang rendah!

[8/4 23.49] Si Berengsek: Maka biarkan kami benar2 melihatmu sbg dewa.

...

8/4 23.03 to 8/4 23.49
Image by Maret Hosemann from Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments