Umpan Memancing Sejak Zaman Purba

Umpan memiliki peran strategis dalam pemancingan. Umpan adalah ujung tombak yang berada di barisan paling depan. Ikan buruan dalam proses memancing akan mencium aroma umpan sebagai pertama, keduakalinya memperhatikan keadaan air dan kemungkinan ancaman bahaya jika memakan umpan tersebut.

Ikan punya insting yang bagus sebagaimana macan dan singa. Jika hewan buas darat mendapatkan pertanda dari aroma yang dibawa angin, ikan mendapat pertanda dari getaran yang diterima oleh air. Untuk itulah, buat umpan semirip mungkin dengan makanan sehari-hari ikan.

Secara garis besar, umpan ikan dibagi menjadi dua bagian. (umpan alami dan umpan buatan)

Umpan alami (bait) yang sejak zaman purba dipakai adalah cacing. Dahulu kala ukuran cacing jauh lebih besar dibanding ukuran penis terbesar laki-laki sekarang. Umpan tersebut dipakai untuk memancing di aliran sungai, laut, maupun rawa. 

Umpan alami selain cacing masih banyak lagi. Misalnya: ceremenje, jangkrik, lumut batu, lumut biasa, daun singkong, rumput gajah, laron, kroto, cecak, kodok, dll.

Intinya, pada umpan alami ini, seorang pemancing tidak perlu meracik atau mencampurkannya. Tinggal mengambil secukupnya dari alam, kemudian alam juga yang akan memberi ikan. 

Umpan Memancing Sejak Zaman Purba seloki
Image by TheDigitalWay from Pixabay

Umpan buatan (lure) lebih mudah dalam pemasangan, dan mayoritas umpan buatan digunakan untuk fokus menangkap ikan besar. Beberapa umpan buatan adalah sebagai berikut: minnow, popper, metal jig, spoon, pelet, essence, dan sebagainya.

Harga untuk umpan buatan relatif lebih mahal, namun umpan buatan menawarkan kepraktisan dalam pemakaiannya. Sangat mudah dan simpel, tetapi juga sangat mahal.

Jika memancing bukan profesi Anda, melainkan sekadar hobi belaka, saya bisa menyarankan umpan yang mesti Anda gunakan; pakai umpan cacing, dengan kail dari peniti, senar dari batang pisang, dan joran dari tulang daun salak. Kemudian kenakan pakaian loreng untuk menutupi selangkangan. Inilah waktunya berburu! 

Ayyay! Tentu tidak akan mendapat ikan apapun selain anggapan gila dari orang sekitar Anda. Zaman batu sudah tidak terlalu populer sekarang ini. //

Tinggalkan Komentar

0 Comments