Sudah Sampai Mana?

Perjalanan ini seperti masuk dalam kehidupan lain
Mirip cerita yang kisahnya menceritakan cerita lain
Serupa orang asing mengurus hidup kamu sebagaimana kehidupannya sendiri
Jurang itu menganga di depan
Hitam, kosong, menawarkan jurang lain yang lebih hitam, kosong
Bising nyanyi tak terdengar meski dekat
Kamu rindu dekap dari orang yang sedang mendekap kekasihnya
Bernyanyi mengalir kadang deras menabrak tubuh daging
Video debur ombak kena karang seolah menguatkan namun fana
Buku-buku bergelantungan seperti belatung yang kawin di mulut laba-laba
Hitam semakin kelam seirama dengan larut malam
Kamu beramai-ramai tanpa suara
Sandal lusuh mengingatkan pada perjalanan menjauh dari kekasih lalu
Sedang sekarang ini, kamu sampai di titik itu
Semacam kosong yang penuh
Ramai yang sepi
Hitam yang putih terang bak sorban para orang suci
Sendiri yang jauh lebih sendiri daripada sendiri itu tanpa diri
Lantunan musik sudah tidak lagi menghibur kamu
Lewat begitu saja tanpa menengok ke kiri
Setiap malam berlalu dengan kesia-siaan
Setiap pagi berlalu dengan ketiduran
Sia-sia yang panjang...
Tidur yang tidak tenang...
Hari sudah berganti menjadi besok
Beban hari ini tidak bisa dihabisi
Beban sebentar lagi sudah menanti
Hidup semakin berat jika memikirkan uang dan makan sekarat
Seorang berkata bahwa meninggalkan dunia tidak seburuk yang kamu kira
Kamu masih terjaga di malam yang hitam belaka
Padahal hidup selama ini kelam juga
Jika boleh cerita maka akan panjang sekali
Kamu boleh mengutuk tetapi harus sadar diri
Wabah di mana-mana menjangkit hati yang rapuh
Semakin hilang sinar enggan menuntun pada kebenaran
Segelas anggur dari mengemis teman ditenggak terakhir kali
Kamu tidur dan berbisik, sudah sampai mana?
Sosok malaikat datang dengan mata penuh di seluruh tubuh raksasa
Memalingkan wajahnya sambil sesekali mencabut nyawa
Pikiran itu datang, pasrah yang dituntun oleh terpaksa belaka
Kamu tertidur untuk sementara tidak jadi pindah dunia
Sekali lagi suara lirih keluar dari jiwa yang telah goyang, sudah sampai mana?
Memejamkan mata lumayan enak untuk sesaat
Alunan gitar tidak mau berhenti
Dimainkan mayat teman yang barusan mati
Mabuk yang keterlaluan pelakunya kehidupan
Akan saya serukan kepada pasukan untuk tepuk tangan sekarang juga
Sebelum tepuk tangan terdengar, dan pertanyaan keluar lagi, kamu telah tidur untuk hari ini
Selamat malam, wahai diri //

Sudah sampai mana
Dokumen pribadi

Tinggalkan Komentar

0 Comments