Puisiku Ingin Tertulis

Puisiku ingin tertulis
Pada fondasi hancur-lebur tanah kelahiran
Dalam negara yang bimbang
Saat malam hari sendirian

Suara gemericik air
Jatuh tiap butir
Dari sepasang mata lusuh
Sembab, benjut, tergopoh-gopoh

Telinga-telinga orang kuasa copot
Di sana! Di luar!
Lihatlah wahai sepasang mata yang layu
Itulah wujud orang itu yang tidak dicintai

Rantai menyala melingkari tangan kita
Rantai lagi! Mengikat kaki kita
Mendongak kepala terinjak muka
Bertahanlah!

Obat bius yang dipaksa masuk dalam kerongkongan
Dalam bentuk air merah tua
Yang berliter-liter jumlahnya
Tak kuasa menghilangkan perih yang itu

Meski tidak ada kekuatan
Tidak pula tahan kesakitan
Akan saya tanggung semuanya sendirian
Lagi

Tinggalkan Komentar

0 Comments