Orang yang Ditaklukkan Keadaan

Tampaknya memang benar, orang-orang ini sudah kalah. Lihat saja wajah dan alisnya, sudah mirip bendera sobek kalah perang.

Sekarang malam sekitar pukul satu. Orang-orang kalah itu pasti masih terjaga. Hingga nanti subuh baru sudah tidur. Terjaga bukan ada maksud penting, mereka hanya saling meratap satu sama lainnya. Dan akan terhibur jika ada cerita temannya yang lebih menyedihkan.

Mereka sudah lulus kuliah. Meski penampilan begitu lusuh dan kotor, yakinlah bahwa orang-orang itu terdidik dalam bangku kuliah. Tiga dari empat malah aktif organisasi paling cadas.

Dua tahun lamanya kegiatan tanpa manfaat itu hampir mencapai tujuan: kesia-siaan. Dan hampir pula terwujud keinginan untuk bunuh diri.

Nasihat-nasihat manusiawi sudah tidak mempan sama sekali. Mereka hanya bisa dibangunkan dengan aroma nasi. Maka mata mereka akan meleleh seolah melihat emas paling berharga. Dan nasi sudah dapat dipastikan akan ludes bahkan sebelum kita sempat berkedip.

Soal pekerjaan jangan ditanyakan. Inilah obrolan menyedihkan yang paling laris dibicarakan. Mereka tidak benar-benar menganggur, setidaknya pernah bekerja, mendapat uang sendiri, dan membeli anggur tanpa perlu menjual apapun.

Namun kehidupan yang biasa saja tidak pernah disukai. Mereka sengaja mempersulit kehidupan dengan sengaja keluar dari pekerjaan. Maka sebenarnya kehidupan menyedihkan itu adalah keinginan mereka.

Kita akan kesulitan mendapatkan jenis manusia model begini. Sangat langka dan tentunya tidak berharga. 

"Apa yang sebenarnya kita inginkan? Kita hanya akan bertahan dalam keadaan paling buruk tanpa mencoba mengubahnya, biar ada bahan untuk mengeluh. Aku telah ketagihan dengan nikmatnya mengeluh," kata salah seorang.

"Benar! Kawanku!"

"Tidak salah."

"Lantas bagaimana dengan pandangan orang lain?"

"Aku tidak peduli."

"Aku bahkan tidak percaya kalau orang lain itu ada!"

"Lantas bagaimana dengan orang tua?"

Tidak ada satupun yang menjawab. Mereka hanya diam. Entah sadar maupun tidak, mata mereka mengeluarkan air. //

Orang yang Ditaklukkan Keadaan
Pixabay



Tinggalkan Komentar

2 Comments

  1. Replies
    1. Aku tidak sedang berjuang pada kemarin-kemarin yang sudah lalu.

      Juga hari ini. Juga besok dan lusa.

      Delete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)