Ayam Goreng atau Nasi Goreng?

Seumpama engkau kelaparan
Lebih memilih mati atau mengemis nasi? 
Harimau dan singa yang mati
Alasan kelaparan juga utama
Sedang engkau lebih cerdas, lebih buas
Manusia tak mengambil salah satu pilihan
Dibuat lagi pilihan lain sesuai keinginan

Engkau bukan harimau apalagi singa
Ekormu berada di depan bukan belakang
Taringmu tidak terlihat seperti bau asap
Bulumu lebat di ketiak dan selangkangan
Engkau primata suka dandan di salon kenangan
Senjata bukan cakar maupun rahang, tetapi lembar-lembar kertas dalam dompet kulit macan
Senjata juga adalah sepatu mengkilat dan ikat pinggang jingga kulit singa
Wibawa naik sedemikan rupa

Pusaka kata-kata
Dibalut retorika menyampaikan idealisme abal-abal
Buktinya engkau doyan rayuan
Uang bertumpuk dari sang tuan
Tak kenal minta bantuan
Ada bayaran kaki lekas berjalan
Tak ada uang suara tak terdengar

Sekarang saya di sini, duduk di dipan bambu buatan tangan orang desa
Engkau menikmati singgasana takhta baginda
Besok kita akan bertemu di rumah makan itu
Saling tukar pikiran tentang revolusi seperti dahulu
Saya amat bersemangat membayangkan, bertemu engkau,  sahabatku

Pesanmu datang pukul delapan malam
Katanya pulang kerja mengabdi pada negara
"Pilih ayam goreng atau nasi goreng?"
"Tenang, teman, saya yang bayar."
"Kau tak perlu keluar uang."
Engkau kirim foto tumpukan tabungan
Uang ratusan ribu hasil jerih payah lalu
Wajah saya jadi sendu //

Ayam Goreng atau Nasi Goreng
Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments