Hari-Hari Menyedihkan

Tahun-tahun keputusasaan terus berlanjut. Serentetan masalah datang seperti sepur menabrak diri. Saya ingin segera mengeluh, melenguh juga, yang panjang dan dalam sebagaimana sapi betina ingin kawin. Benar-benar menyebalkan, pun juga menyedihkan.

Kehidupan buruk macam begini sebenarnya tidak terjadi kepada diri semata. Banyak orang di luar sana, bahkan di samping saya, yang bernasib serupa. Bahkan lebih buruk dan lebih menyedihkan.

Seorang senior mengira bahwa kehidupan di dunia ini sebenarnya omong kosong belaka. Barangkali benar. Boleh jadi sangat benar. 

Hari ini laptop saya hancur. Tidak sengaja terlempar saat streaming bokeep. Kemudian tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya. Ya, laptop tersebut tidak saya pakai selain untuk menonton video-video itu. 

Saya juga mesti dipermalukan. Setiap saat, terus menerus. Sialnya, harus terima dengan perlakuan yang demikian. Jika saya sudah tidak kuat, saya akan jongkok sambil meringkuk di bawah lemari sambil menangis. Entah apa yang saya tangisi, barangkali nasib buruk, bisa juga karena sadar bahwa diri benar-benar lemah.

Sebenarnya tidak semua tulisan di atas benar adanya. Saya sering melebih-lebihkan, boleh jadi ada yang benar, dan tidak menutup kemungkinan semua hanya khayalan semata. Namun saat ini, hidup terasa benar-benar berengsek.

Jika kalian merasakan hal serupa. Mari, kita sama-sama bersabar. Ikhlas terhadap cobaan. Tentunya dengan usaha dan doa untuk mengubahnya. Sekalian misuh-misuh sambil menenggak anggur paling murah sekalipun. Sebentar, belakangan adalah nasihat untuk saya sendiri. 

Sebab, mungkin saja yang membuat hidup saya begini, sebagian besar berasal dari kalian juga! 

hari menyedihkan di seloki
Dokumen pribadi cok

Tinggalkan Komentar

0 Comments