Puluhan Pasang Mata

Lihatlah itu, puluhan pasang mata itu!
Yang selalu menatap saya.
Sekarang mata-mata itu berada di hadapan.
Saya tersinggung dan ingin muntah.
Mata sendu yang sedih dan berkaca-kaca.
Lihatlah! Puluhan pasang mata tidak sedang berbaik hati.
Mereka hanya memandang saya karena prihatin.
Tidak ada peduli, apalagi usaha untuk memperbaiki.
Dikira kisah hidup ini, hanya dongeng sedih di buku pengantar mimpi.
Hidup saya dijadikan objek memalukan.
Tanpa martabat dan derajat yang pantas.
Puluhan pasang mata tetap menatap prihatin.
Sebentar lagi mereka akan pergi tidur.
Bangun esoknya untuk menatap nanar cerita sedih yang sama.
Saya sudah benar-benar marah kepada puluhan pasang mata!
Berhentilah! Berhenti menatap kehidupan menyedihkan saya!
Tatapan kalian seolah-olah mengisyaratkan kekaguman.
Bahwa tidak ada kehidupan sedih yang lebih buruk dibanding ini.
Hus! Pergi! Hus!
Saya tidak ingin melihat kalian!
Menjauh dari hadapan saya sekarang pelan!
Puluhan pasang mata berkedip sipit.
Memamerkan air mata yang seolah-olah murni belaka.
Air mata kuda! Mani manusia paling cabul dan tidak berguna!
Air mata yang terbuang sia-sia.
Sama seperti air mani di tempat kawin gratisan sebelah barat kuburan.
Sekarang adalah senja, tetapi puluhan pasang mata menyala saja.
Dua putih gelap titik di tengah, ada puluhan dengan latar belakang hitam.
Kau  bisa membayangkan jadi pusat perhatian.
Hidup yang kau anggap sakral dipermainkan.
Puluhan pasang mata tak kunjung pulang.
Meski azan magrib sudah berhenti berdering dari ponsel para muazin lima belas menit yang lalu.
Saya berkata sekali lagi.
"Lihatlah itu! Puluhan pasang mata itu!"
Saya menjawabnya sendiri dengan pertanyaan sunyi.
"Pakai apa saya melihatnya?"
Saya bertanya lagi.
"Apakah puluhan pasang mata sudah membutakan matamu?"
Saya menjawabnya sendiri dengan jawaban sepi.
"Lebih mudah mencongkel sepasang mata milikku daripada mengusir puluhan pasang mata di depan itu."
Saya berhenti meringis, berhenti menyiksa diri, puluhan pasang mata itu tidak akan mendapatkan sepasang mata saya.
Mulut ini masih ada, untuk meludahi puluhan pasang mata itu semua!

Puluhan pasang mata seloki
Image by OpenClipart-Vectors from Pixabay

Tinggalkan Komentar

1 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)