Kau Memang Sampah yang Berani dan Optimis

Sebelum Anda membaca isi tulisan berikut, ada baiknya mengetahui latar belakang mengapa saya menulis ini. Obrolan tentang sampah cukup menyenangkan sebagaimana mengobrolkan pacaran. Sayangnya kedua obrolan tersebut tidak se-menyenangkan tidak mengobrolkan apa-apa.

Alasan lainnya adalah karena sebuah opini dari situs BUSUKE.SITE berjudul Kita Sampah yang Dapat... Dari judulnya saja saya sudah mulai memasang sikap siaga. Bagaimana tidak, kata pertama adalah 'Kita' yang seolah-olah saya dengan sang empunya tulisan berteman. 

Saya sebenarnya cukup penasaran mengapa dia menganggap saya sebagai teman. Seorang teman akrab dengan penghianatan dan tuntutan moralis yang menyebalkan. Jika sesama musuh, melakukan hal buruk antar keduanya tentu sah-sah saja. Saya tidak bisa menjamin perlakuan saya akan selalu baik, makanya lebih bijak dianggap musuh saja.

Kekhawatiran saya setelah judul benar adanya, dia langsung menulis di kalimat pertama opini tersebut. "Seorang teman mengirim...", barangkali saya memang berbakat menjadi teman, kemudian melakukan penghianatan seperti organisasi hitam Akatsuki. 

Kau Memang Sampah yang Berani dan Optimis
Dokumen pribadi diakses 2 menit sebelum tulisan ini diunggah.

Kembali lagi pada topik pembahasan di opini tersebut. Pertama, saya merasa kecewa karena opini itu --sebenarnya-- ditulis oleh seorang Pemimpin Redaksi sebuah lembaga kejurnalistikan, tidak serius dan tampak bercanda belaka. Kedua, saya jadi membahas hal-hal tentang sampah lagi, yang artinya mengingatkan kepada sosok mengerikan yang muncul tiap pagi di cermin kamar saya. Tapi biarlah, sebab tulisan saya ini bahkan lebih tidak serius dan lebih tampak bercanda, biarlah karena saya bukan siapa-siapa.

Tulisan itu sedikit membuat saya tenang. Sang empunya tulisan merasa berani dan optimis. Itu lebih baik sebab saya amat khawatir jika dia merencanakan pembunuhan atas dirinya sendiri. Selamat, tidak hanya soal keberanian yang Anda miliki, tetapi juga rasa optimis.

Baik, akan saya luruskan agar Anda tidak membalas tulisan sampah ini dengan tulisan sampah lainnya. Anda memiliki keberanian mengingat borok yang memalukan, sedang saya menghapus borok tersebut agar seolah-olah tidak tampak. Menghapus semua tulisan sampah tersebut hanya saya maksudkan demi pertempuran dengan diri sendiri, tidak untuk menyaingi Anda dalam menatap sampah-sampah setiap hari.

Namun, musuh, Anda tidak benar-benar tahu bagaimana berpisah sejak lahir dengan anak ideologismu selama sekian tahun. Kemudian mulai menabung untuk menebusnya secara damai.

Tapi Anda tetap lebih baik, dalam segala hal, tidak hanya keberanian saja. Rasa optimis dan semua hal dalam kehidupan ini. Anda lebih unggul dibanding sebagian besar manusia lain, terutama dibanding dengan saya. Namun perlu Anda catat wahai musuh, bahwa: Saya sama sekali tidak peduli dan saya akan tetap memusuhi Anda meski --dilihat dari sudut manapun-- Anda lebih unggul segalanya. //

Disebabkan Oleh Opini (Sampah) di BUSUKE.SITE

Tinggalkan Komentar

3 Comments

  1. Tidak akan ada yang lebih unggul dari sebuah sampah yang dalam proses di daur ulang. Kebaharuannya luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebaharuan imajinatif yang kau nantikan hanya mitos belaka.

      Delete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)