20 Hari Pengalaman Pakai Mod Pod Rokok Elektrik

Zaman modern ini banyak hal dijadikan elektrikal, tidak terkecuali rokok. Saya juga mencoba rokok elektrik tersebut. Rasa dari merokok Surya 12 menjadi hilang dan hambar, seperti kertas saja tidak berasa. Artinya, jika Anda hendak mencoba rokok elektrik dan tidak ingin kehilangan rasa rokok kesayangan, maka urungkan niat memakai pod atau mod rokok elektrik.

Pun demikian untuk Anda yang mau mencoba rokok elektrik mesti mengurungkan niat jika sebelumnya tidak merokok. Itu saran dari penjaga di toko vapor yang saya temui. Baik pod maupun mod, sebagian besar dipakai guna mengurangi penggunaan rokok tembakau. Hal ini benar-benar berguna.

Sekarang adalah saatnya, untuk Anda yang masih kebingungan memilih pod maupun mod rokok elektrik guna membatasi penggunaan rokok sehari-hari. Jangan berharap memakai rokok elektrik akan membuat lebih hemat. Tidak. Saya sudah menghabiskan uang --setidaknya-- satu juta lima ratus ribu untuk menjajal beberapa pod dan mod.

1. Pengalaman pertama adalah membeli pod, produk dari SMOK yang disebut Fetch. Harganya tidak terlampau mahal, namun tidak bisa disebut murah, 430 ribu. Yang membuat Anda harus mengeluarkan lebih banyak uang adalah liquid. Pod merupakan rokok elektrik yang lebih simpel daripada mod.

smok fetch seloki
Penampakan Pod Smok Fetch (sumber)

Cukup dipasang liquid di cartridge pod SMOK Fetch tersebut, atur Variable Watt (VW) di layar yang ada, dan selesai. Hisap pakai MTL maupun DTL, tergantung jenis koil dan liquid yang Anda gunakan. Dalam kemasan akan Anda dapatkan 2 cartridge dan 2 coil. Sangat menguntungkan.

Berjalan 3 hari sudah saya jual kembali SMOK Fetch tersebut seharga 100 ribu. Sangat jauh dengan nilai pembelian, artinya rugi. Padahal flavor yang dihasilkan sangat mengesankan. Setiap layer dapat dirasa mulai dari body sampai layer terakhir. 

Anda akan suka dengan model kotak yang sangat simpel, dan bahan yang dipakai diklaim tahan dengan goresan. Terlebih pada kemasan kotaknya dilengkapi dengan cartridge serta coil cadangan. Harga akan turun, bahkan tidak akan laku, jika Anda merusak bagian vital dari SMOK Fetch tersebut. Dan sialnya bagian yang paling rawan adalah layar.

Saya pernah membawanya ke toko vapor center kota Tulungagung tempat membelinya. Namun penjaganya malah meminta maaf, saya kembali ke hunian kumuh dan gelap. Kemudian dibeli seorang teman dengan harga 100 ribu itu tadi. Sampai sekarang masih dia pakai meski layar rusak (tidak menampilkan VW, puff, ohm coil, dll).

2. Saya berharap perjalanan menjajal pod atau mod sudah berakhir. Ternyata belum, sebab pada malam sebelum teman saya mengambil SMOK Fetch tersebut, saya beli lagi Vinci. Pod dari Voopoo satu ini memang sedang dibahas banyak orang sebab --katanya-- memberikan flavor yang hebat. Saya membelinya seharga 390 ribu.

voopoo vinci seloki
sumber

Voopoo Vinci itu tidak bertahan lama, sekitar 4 hari sudah saya tukarkan kembali dengan produk dari Druga. Memang rasa dari vinci untuk liquid freebase cukup terasa. Namun jika pakai saltnic lebih baik mencoba yang lainnya.

VW dari pod Vinci biasa ini otomatis. Semua di dalamnya menggunakan chip canggih, namun kecanggihan tersebut malah membuat saya terbatas mengotak atik VW untuk mencari rasa lebih jauh lagi. Sebagai contoh, Anda pasang coil untuk freebase maka VW bisa diatur hingga 40 watt. Sedangkan kalau pakai coil untuk saltnic mulai 0.8 ohm, maksimal VW adalah 18 watt.

Satu hal lagi yang mendorong saya untuk segera berpindah tidak menggunakan pod ini: gampang lecet. Dipakai 4 hari dengan wajar, ditaruh dalam tas, sudah lecet di sana dan sini. Berbeda dengan RPM 40 milik teman saya. 

3. Produk ketiga masih menggunakan pod, yakni Narada dari Druga. Rasanya, aduhai, bikin mampus. Saya merasakan keracunan nikotin mod pod juga dari Druga Narada ini. Pilihan coilnya sangat terbatas, yakni 0.5 dan 0.6 ohm. Yang saya anggap magak. Namun Anda bisa menambah aksesori coil berupa RBA.

druga narada seloki
sumber

Coil 0.5 masih boleh dipakai untuk freebase setidaknya dengan nikotin 6 agar flavor terasa. Sedangkan coil 0.6 masih terlalu brutal untuk dipakaikan saltnic. Tapi saat itu 0.5 saya isikan saltnic dengan nikotin 25 mg saja, hasilnya bikin kelenger.

Untuk fairing tidak perlu diragukan lagi. Inilah pod pertama yang saya rasakan getaran fairing begitu kuat. Anda tidak akan menjumpai layar untuk kontrol watt dan melihat besaran coil di Narada ini seperti Fetch maupun Vinci, sebab Druga memang menyajikan model yang simpel dengan kualitas baik.

Saya tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk mendapatkannya, sebab Vinci fullset ditukar dengan Narada batangan saya kira merupakan tawaran yang adil. Terlebih saya memang ingin mencoba Narada ini. 

Narada sangat cocok untuk Anda yang minimalis, namun menginginkan power kuat. Tanpa perlu ribet mengatur watt dan lainnya, desain yang amat solid digenggam jauh lebih kokoh dibanding Vinci. Kelebihan Narada lainnya adalah backdoor pod bisa diganti dengan yang lainnya, juga drip tip 510-nya. 

4. Keempat adalah mod, saya beralih untuk mengikuti keinginan merasakan flavor yang lebih tebal. Saya tukarkan kembali Narada tersebut dengan mod super mecha milik teman saya: Invander 3 dari Tesla. Saya belikan juga RDA dari doit oten.

Tesla invander 3 seloki
sumber

Ternyata sangat ribet. Anda harus berpikir ulang jika ingin menggunakan mod. Seperti mengurus RDA baik kapas maupun coil, baterai, dan tentu saja pencatu daya baterai tersebut. Ada lebih banyak lagi yang perlu diperhatikan, dan setidaknya Anda mempunyai tool kit untuk mengurus semua perihal mod tersebut.

RDA mod memang bisa diringkas menjadi simpel dengan menggunakan RDTA. Namun tetap saja, harus mengurus semua hal mulai dari coil dan kapas. Meski tidak perlu meneteskan pada setiap 3 sampai 5 inhale sekali.

Berhubung Tesla Invander 3 ini milik teman saya. Meski saya  sudah bosan tidak akan saya jual, oleh sebab itu Invander 3 tersebut saya museumkan di almari. Sang legenda akan tetap menjadi legenda sampai nanti, mesin tersebut adalah mod mecha pertama saya.

5. Ternyata keinginan untuk tetap menghirup rokok elektrik terus berlanjut. Saya memutuskan untuk membeli pod kembali, terutama khusus untuk saltnic. Bukan murni All In One (AIO) seperti Fetch, Vinci, maupun Narada di atas. Kemudian keputusan jatuh pada produk pod dari Lost Vape yakni Lyra.

Lyra lost vape seloki
dokumen pribadi

Ternyata lumayan juga pod ini, saya mendapatkannya hanya seharga 150 ribu. Tentu saja bekas. Dan setelah memakai Lyra selama 16 jam, saya memutuskan untuk menjualnya. Sampai tulisan ini dibuat, si Lyra belum terjual. Jika tidak bisa kembali pada harga 150 ribu atau nego sedikit, akan saya museumkan bersama Invander 3 milik teman saya.

Tidak ada yang bisa dibanggakan lebih jauh selain 'dari' Lost Vape. Terkait flavor pada awal-awal pemakaian coil baru memang terasa. TH terangkat, nikotin berasa, baterai awet. Sedang untuk pemakaian terus menerus seperti yang saya lakukan, lama-lama bosan. 

Fairing yang tidak gesit dan mode terbatas itulah permasalahannya. Jika Anda mencari pod dengan harga 200 ribu ke bawah, Lyra boleh menjadi pilihan. Di sebelahnya adalah Pasito dan Nord. Pilihlah yang disukai, Anda harus melakukan penjelajahan semacam ini untuk bisa mendalami dengan nyata.

6. Selanjutnya adalah pod yang menjadikan saya makin bersemangat menulis tentang catatan ini. Pod tersebut adalah Matrix dari AAA vape. Saya benar-benar kaget ketika pod ini fairing. Sangat galak dan gesit! Sial!

Matrix pod AIO seloki
dokumen pribadi

Rasa flavor dari LUNAR nikotin 3 benar-benar terasa gurihnya, sedikit manis di awal dan akhir. Sudah mirip mod milik teman saya. Sampai sekarang masih saya pakai pod Matrix ini, meski di pasaran hanya dijual dengan harga 330 ribu, saya lebih memilih ini daripada Vinci, Fetch, maupun Narada yang mempunyai harga jauh lebih tinggi.

Dari sekian hal tersebut, kembali lagi masalah enak dan tidak enak merupakan pengalaman subjektif. Anda bisa merasakan enak di pod dan mod yang saya kira biasa saja, dan juga sebaliknya. Saya juga bisa merasakan enak pada bibir pacar saya yang tidak mau menyedot pod apapun. Kecuali...

Hal Lain dalam Penjelajahan Mod Pod Rokok Elektrik


Total dari perjalanan selama 20 hari menggunakan pod dan mod tidak menghabiskan uang terlalu banyak. Tentu saja dibanding denda perpustakaan. Namun explorer terkait liquid, coil, dan sebagainya itulah yang malah membuat uang berkurang terus.

Contoh saja, Anda membeli pod. Belum paham cara pakai kemudian melakukan inhale panjang terus-menerus sampai perangkat tersebut terasa seakan mau meledak. Setelah itu pada inhale selanjutnya rasanya sudah tidak keluar. Yang terasa malah kapas terbakar. Coil gosong! Anda harus beli  coil baru seharga antara 35 ribu sampai dengan 45 ribu. Tergantung pod yang digunakan.

Selain coil pada pod, coil pada mod juga perlu diganti. Anda bisa berhemat jika membeli satu gulung coil dari bahan ni, ss, dan lain-lain. Namun perlu mempunyai alat tool kit yang sudah saya singgung di atas tadi. Dalam tool kit tersebut bisa berisi gunting lipat, cepitan, unteran, obeng, dan lain-lain sangat beragam sampai saya tidak tahu namanya.

Untuk tool kit sendiri bisa Anda miliki dengan harga paling murah 60 ribu rupiah. Namun jika Anda tidak mau ribet, tinggal beli coil mod sepasang. Masih ada RDA yang perlu diurus, harga untuk RDA (bekas dan bukan clone) antara 120 ribu sampai sekian ratus ribu, bahkan jutaan. Bahkan bisa saja harga RDA jauh lebih mahal dibanding mod yang Anda pakai tersebut.

Kapas pun juga demikian, satu bungkus kapas untuk diset dalam coil mulai dari 30 ribu. Kapas terbaik dapat Anda dapatkan secara gratis asalkan sering-sering mengajak teman yang punya kapas tersebut untuk ngopi..

Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah liquid. Ini cukup memakan banyak biaya. Setidaknya, jika Anda ingin menjajal semua jenis liquid, lakukan iuran bersama teman yang menginginkan juga. Sebelum membeli konsultasikan kepada penjaga toko vapor tersebut, atau dengan teman sejawat. Agar tidak mengalami kerugian sebab rasa liquid tidak cocok di perangkat dan lidah Anda.

Perhatikan juga liquid yang dipakai untuk mod haruslah freebase. Jangan gunakan saltnic dengan kandungan nikotin 60 mg pada mod coil 0.15 ohm dan 70 watt jika Anda tidak ingin menjajal meninggal dunia. 

Sedangkan untuk pod adalah saltnic. Namun sekarang ini lebih banyak beredar Pod Mod (AIO). Sehingga dapat dipakai untuk liquid saltnic maupun freebase. Harga untuk satu botol liquid freebase dengan cukai untuk 60 ml minimal 120 ribu. Sedangkan untuk saltnic 30 ml saja antara 60 hingga ratusan ribu.

Bayangkan jika Anda harus menajajal satu-satu liquid-liquid tersebut. Akan menghabiskan lebih banyak uang dan waktu. Perjalanan yang dilalui dengan terjal akan membekas. Setidaknya sampai sini dulu lebih kurang 20 hari perjalanan pengalaman pakai mod dan pod rokok elektrik.

Pod dan mod di atas adala yang pernah saya miliki. Jika membahas pod maupun mod yang pernah saya coba, tentu tulisan ini akan lebih lama berakhir. Meski memakai Matrix AIO, saya juga masih merokok Surya 12.

Tulisan ini hanya sebagai catatan belaka, tidak bermaksud menggurui apalagi melakukan pamer. Saya jelas akan malu jika dianggap demikian, tidak ada niat melakukannya. Jika bermanfaat silakan dipakai, jika tidak silakan mencari jalan ninja sendiri. Salam. //

Tinggalkan Komentar

0 Comments