ASPAL TERBAKAR

Pukul dua belas lebih dua puluh menit
Pada sebuah siang
Teriknya keterlaluan kurang ajar
Di tengah sawah dengan aspal yang mendidih
Tanpa helm tanpa jaket yang masih
Motor tua terasa kepayahan
Terutama pada ban yang rapuh itu

Perjalanan kurang dua jurang satu jembatan
Dia menepi dipayungi terik matahari
Hidungnya mencium aroma sesuatu terbakar
Dia lihat ban motor rawan
Tidak ada tanda-tanda kalah
Dengan aspal yang mendidih terserah
Wajahnya dijauhkan lagi dari ban motor malang

Perjalanan dilanjutkan ke pernikahan mantan
Terik yang keterlaluan kurang ajar terus melirik
Dia ingat masa silam sedikit
Saat bahagia bersama seseorang
Yang dikira bakal abadi selamanya
Tanpa penghalang bersama kekasih tersayang
Yang ternyata berakhir luruh asmara

Pada jembatan terakhir sebelum jurang
Dia sadar dari mana asal aroma terbakar
Matanya beralih ke dada dalam batik cokelat muda
Aroma terbengkalai seperti bangkai di bawah sana
Menguap penuh sesak teringat ketika dia sekarat
Penyelamat datang menawarkan pil kesehatan
Dia tetap melanjutkan perjalanan ke pernikahan setan.

ASPAL TERBAKAR
Image by Jim Semonik from Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments