Yang Telah Tiada, James Joyce - Forum Gibah Versi Luar Negeri

Judul: YANG TELAH TIADA
Judul Asli: The Dead
Penulis: James Joyce
Penerjemah: Wawan Eko Yulianto
Jenis: Novela
Jumlah halaman: xx + 76 hlm. 11x17 cm
Penerbit: Circa
Cetakan pertama: Februari 2019
ISBN: 978-602-52645-9-7

Novela ini adalah cerita terakhir di buku kumpulan cerita Dubliners dengan judul The Dead. Didahului dengan pengantar dari penerjemah. Serta terdapat halaman daftar isi juga.

Baca juga:

Sangat perlu membaca pengantar penerjemah sebagai penjelas atas cerita James Joyce. Saya sempat berpikir mengapa cerita Yang Telah Tiada diberi penjelas berupa pengantar dari penerjemahnya sedangkan novela lain tidak ada? Seberapa penting dan baguskah novela ini?

Penerjemah membahas tentang penulis, nama tokoh, Irlandia, dan banyak lainnya sebagai penjelas agar --tanpa patronistik-- Indonesia bisa menangkap maksud-maksud implisit yang personal dari aspek psikologis.

Terima kasih Wawan Eko Yulianto.

Hehe, awal bagian dipenuhi tokoh. Anda paham maksud saya? Banyak tokoh muncul seketika, lengkap dengan nama.

Begitu kompleks dan detail, dan saat itu juga, alurnya sempat meloncat jauh ke 30 tahun lalu. Saya bisa menyarankan kepada Anda, bahwa carilah tempat paling tenang kemudian catat semua detail di sana.

Tidak ada halaman yang berisi daftar seri novela Penerbit Circa seperti 3 buku lainnya di Seloki: Dalam Kobaran Api, Ajari Kami Melampaui Kegilaan Kami, dan Dongeng Pulau Tak Dikenal.

Sebenarnya, terutama bagi saya, ceritanya mirip forum gibah di kedai kopi. Banyak tema-tema yang dibicarakan sebagaimana banyak pula kegiatan yang tampak formal sesuai budaya di sana. Atau, bisa disebut sebagai forum gibah versi luar negeri.

Baca juga:

Saya menemui hal mengesankan, berbeda dari kejadian wajar di forum gibah. Yakni di halaman 46 ketika Gabriel memulai pidato di meja makan.

...mari berharap bahwa setidaknya dalam pertemuan-pertemuan semacam ini kita masih tetap membicarakan dengan bangga dan cinta, masih tetap menjaga ingatan tentang orang-orang hebat yang telah tiada atau pergi, yang ketenarannya tidak akan pernah dilupakan oleh dunia. (hlm. 46)

Sebagian besar cerita didominasi percakapan. Bayangkan, dalam 72 halaman, menceritakan hanya sekitar tiga jam --betapa padat ceritanya.

Meskipun pada bagian akhir sudah beda latar dan waktu. Bagian ini tidaklah luas. Permainan teknik bercerita terasa jelas. Seolah-olah penulis tahu ke mana jalan pikiran pembaca, kemudian membelokkannya pada kejadian yang sama sekali tidak terpikirkan. Namun malah mengingatkan pada judulnya.

Keseluruhan cerita mengalir, meski pada awal harus berkenalan dengan bermacam-macam tokoh. Buku wajib bagi Anda yang cinta perdamaian dan bercita-cita mati muda dan terhormat. Cerita yang mengesankan.

Seperti kata penerjemahnya:

Saya sangat berharap bisa memberikan penghormatan yang semestinya untuk cerita ini. (hlm. xv)

Saya jadi ingat dua orang di Tulungagung.

Yang Telah Tiada, James Joyce - Forum Gibah Versi Luar Negeri

Lebih baik pergi dengan gagah ke alam lain itu, di tengah kejayaan sebuah gairah, daripada memudar dan layu pilu bersama usia. (hlm. 74)

Baca juga:

Tinggalkan Komentar

0 Comments