Orang Pintar

Anda orang pintar yang dipercaya. Siapa yang akan membantah, bahwa Anda pandai bicara. Tidak seperti teman saya. Latah dan gagap, dibalik argumennya oleh Anda biar bungkam suara.

Anda orang pintar yang cerdik mengatur pion. Lihat spion kanan kiri aman. Jika ada yang menghalangi tabrak pakai bodi kendaraan. Ambyar tak karuan.

Anda orang pintar dari trah unggul. Mendongak menatap sombong. Buta pada sejuta mahasiswa merangkak ke kantor. "Pergi! Saya mau karaoke." gas air mata mengamini titah terkabul.

Anda orang pintar yang kaya raya. Gaji sebulan berapa? Cukup untuk menafkahi keluarga? Jika belum, ambil lagi selagi bisa. Lemahkan KPK.

Anda orang pintar kumpul besama orang pintar. Melihat bokep saat di kantor. Lupa darat lupa rakyat. Kebijakan dibuat agar tidak kelewat tenggat.

Anda orang pintar yang berjarak. Mesti lakukan sembah di tiap wilayah. Sekarang 26 September 2019, hari Kamis. Beberapa sobek keluar amis. Anda tersenyum sinis.

Anda orang pintar dan benar-benar pintar. Bakar hutan buka lahan. Tak peduli asap sesakkan pernapasan. Buat kekacauan alihkan percakapan. 

Anda orang pintar dan tuli. Meski saya mau katakan, "Mampus! Negara ini jadi perhatian luar negeri gara-gara ulah sinting Anda dan yang lain." Tapi tidak terdengar. Anda berkumpul dengan sesama Anda. Saling menutup kuping serempak. Menutup mata pakai sempak. Membuka mulut mendakwa serak. //


260919
Image by Goumbik from Pixabay
Baca juga:
1. Puisi
2. Cerpen
3. Anekdot

Tinggalkan Komentar

0 Comments