Kesepian

Ada banyak cara merayakan kesepian. Misalnya dengan kembang api. Akhirnya dia menyalakan kembang api, dan buru-buru pergi setelah kandang ayam itu terbakar.

"Kembang api bukan solusi," bisiknya di penjara.

Dia merasakan kesepian yang semakin memilukan. Lagi-lagi dia punya ide di kepala, kesepian bisa diusir dengan mantra.

Dalam penjara bergemuruh lagu kebangsaan dinyanyikan di sana.

"Bodoh!" umpat sipir tua. "Lagu kebangsaan tidak boleh dinyanyikan di tempat kotor!"

Dia menyahut. "Seperti tidak boleh membaca kitab suci di kamar mandi?"

"Benar!"

"Jadi lagu kebangsaan itu kitab suci dan penjara itu kamar mandi?"

"Betul!"

"Jadi semua yang ada di penjara itu tahi?"

"Seratus!"

Dia menyesal dan merunduk. Menyadari bahwa tidak ada tahi yang seburuk dirinya.

Sipir penjara pergi.

"Tapi kau juga di penjara, Sipir!" teriaknya pada punggung sipir tua.

Sipir kembali dengan murka. Memukul kepala tahanan bandel sebelum pergi lagi sambil marah-marah.

Dia yang babak belur di dalam penjara sekarang sudah tahu. Segala upaya untuk merayakan kesepian selalu berakhir sia-sia. Dia sepakat untuk menghormati kesepian dengan tidak merayakannya. //

Kesepian - seloki
Image by 建鹏 邵 from Pixabay

Baca juga:
Angka (anekdot)


Tinggalkan Komentar

0 Comments