BERITA PENJUAL NASI GORENG BANGKRUT

Jusuf Fitroh berjualan nasi goreng pakai gerobak dorong. Waktu mangkalnya dari pukul 9 malam sampai pukul 2 dini hari. Jusuf dan nasi gorengnya dapat dibeli di perempatan sebelah barat universitas.
"Banyak yang beli mas pada awalnya," katanya ketika diwawancarai.
Tempat itu memang strategis. Banyak mahasiswa yang tidak bisa tidur karena dipermainkan tugas perkuliahan. Kemudian memilih keluar untuk mencari makanan. Seperti yang diungkapkan Ajes mahasiswa aktif di sana.
"Nasi gorengnya enak, Mas. Saya suka jajan di sana pas sudah pusing mikir makalah. Ramai memang, awalnya."
Tim penasaran alasan jualan Jusuf Fitroh sekarang jadi sepi. Jusuf mengaku bahwa jualannya sepi hanya karena salah menjawab.
"Waktu itu banyak pembeli. Terus bertanya, kenapa jualan nasi goreng? Saya jawab, untuk mencari sesuap nasi."
Hal itu dibenarkan Ajes selaku penanya. "Benar Mas. Saya jadi ngga yakin yang dijualnya nasi. Lha dia masih mencari sesuap nasi."
Berita tersebut cepat menyebar. Sekarang jarang sekali mahasiswa yang mau membeli. Tetapi Jusuf Fitroh tetap berjualan di perempatan.
Tim memilih pergi karena berita itu tidak penting. Tidak perlu diketahui banyak orang dan tidak memiliki harga jual. //

BERITA PENJUAL NASI GORENG BANGKRUT
Image by takedahrs from Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments