Angka

Angka 1
Jam sudah menunjukkan pukul kawin. Mestinya orang-orang sedang masuk selimut bersama pasangannya, entah milik pribadi maupun tetangga.
Jusuf berusaha lagi, menata buku yang tebalnya lebih dari 760 halaman dengan sampul bertulis Arus Balik.
Ditumpuk dengan buku karya Dandhy Dwi Laksono yang didapatnya dari pinjam milik teman empat tahun lalu.
Kedua buku dilapisi jaket agar tidak keras.
“Juembut!”
Dia beranjak. Kedua buku itu malah menghilangkan kantuk. //

Angka 2
Jusuf megap-megap dihadapkan dengan kenyataan. Kemarin dia ditinggalkan sang pacar. Pagi tadi dia dihina teman. Sorenya dimaki penjaga kantin.
“Kafir!” teriak temannya itu.
“Cepat lunasi!” Maki penjaga kantin itu.
Lebih baik tidak dituliskan bagaimana ucapan sang pacar kala sepakat mengakhiri hubungan. //

Baca juga:

Angka 4
Tidak ada angka 3 di cerita saya. Sebab akan mengingatkan pada jumlah kita bercinta.
Kau saja sudah memilih pergi membawa dosa itu. Membawa 3 yang dimaknai orang selain kita sebagai angka biasa.
Semoga kau betah dengan pura-pura melupa. //

Angka 5
Saya ingat dua puluh menit lalu. Jika saya segera beranjak. Pastilah kecelakaan itu tidak terjadi.
Jika dia segera mencabut penisnya dari liang farji pastilah saya tidak lahir. Kemudian tidak terjadi kecelakaan itu.
Jika saya segera pergi dari perempatan dan tidak menulis pastilah kecelakaan itu tidak terjadi. Jika saya tidak lahir, jika saya segera beranjak, pastilah kecelakaan itu tidak terjadi, pastilah tulisan ini tidak jadi sampai di sini. //
Angka

Tinggalkan Komentar

0 Comments