Ajari Kami Melampaui Kegilaan Kami Karya Kenzaburō Ōe [ULASAN]

Novela ini adalah salah satu seri novela dari Penerbit Circa.

Judul: AJARI KAMI MELAMPAUI KEGILAAN KAMI
Judul Asli (1977): Teach Us to Outgrow Our Madness
Penulis: Kenzaburō Ōe
Penerjemah: Aquarina Kharisma Sari
Jenis: Novela
Jumlah halaman: 74 hlm. 11x17 cm
Penerbit: Circa
Cetakan pertama: Maret 2019
ISBN di Kover Belakang: 978-623-90087-2-7

Ketika membaca novela ini, saya merasa terlalu banyak deskripsi yang malah membikin bingung dan hilang fokus pada jalan cerita utamanya, setidaknya untuk saya.
Bagian awal menceritakan tentang lelaki gendut (nama tokoh utama novela ini) yang hampir dilempar ke dalam kandang beruang kutub. Deskripsinya tetap banyak, setidaknya memperjelas suasana mencekam yang rumit. Kejadian ini pun tidak tuntas. Masih menggantung.

Hal lain yang memakan lebih banyak ruang adalah konflik antara lelaki gendut dengan ibunya. Lelaki gendut ingin menulis biografi yang jujur tentang ayahnya yang (dianggap) gila dan mengurung diri di gudang dan tiba-tiba mati. Maksud lelaki gendut untuk mengetahui apa yang terjadi saat itu terhadapnya. Ibunya menolak. Setiap dihubungi melalui telepon, ibunya selalu diam tidak bersuara.

Saya menemukan penulisan kutipan yang menarik, selain novela dari Circa sebelumnya –Dongeng Pulau Tak Dikenal. Kutipan di novela ini ditulis dengan diawali garis bawah tanpa tanda kutip ( ___kutipan).

Sedangkan untuk alur, saya menilainya sebagai maju-mundur. Ada akibat yang diceritakan di awal sedangkan sebabnya diceritakan di akhir. Alur ini, dan deskripsi yang rumit, berkontribusi besar dalam membuat bingung.

Saya sempat mengira bahwa tokoh-tokoh dalam novela ini tidak banyak dan tidak perlu disebutkan namanya. Namun saya salah, muncul tokoh baru yang menempati bagian paling besar, yakni anak lelaki gendut dan istrinya. Nama anak itu Mori, yang dipanggil Eeyore. Sebelum anak itu lahir, dokter memberi vonis anak itu akan mati dan jika hidup akan jadi idiot.

Pada halaman 25 dijelaskan bahwa lelaki gendut menderita sakit yang –bisa dibilang—sama dengan anaknya. Sehingga dia harus meminum obat penenang agar tidak mengamuk. Ini kejutan pertama. Di sisi lain, Lelaki gendut bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya, bahwa sentuhan tangan mereka berdua sebagai kabel penggerak syaraf dan otak.

Terjemahannya saya kira cukup. Cukup menjadikan novela ini berbahasa Indonesia.
Permasalahan-permasalahan berikutnya adalah cerita tentang Eeyore sang anak, dan lelaki gendut sang ayah. Sekali lagi, karena apa yang dirasakan anak akan dirasakan olehnya.

Jalan cerita yang lambat, bahkan sangat lambat, namun rapi. Pada halaman 46 saya memprediksi bahwa akhir cerita adalah tentang lelaki gendut yang hampir terjatuh ke dalam kolam beruang kutub. Sebab itulah kejadian yang terputus di awal tadi. Saya berharap prediksi itu keliru, tidak asyik bukan, jika bisa menebak jalan cerita bahkan akhirnya?

Karena –saya kira—tidak jelas, magis, menggantung, dan lambat, secara kesuluruhan akan cocok bagi Asri S pemilik kedelaibusuk yang gila dan telah berkali-kali mencoba bunuh diri.

Tebakan saya sebelumnya tidak keliru, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Ada bagian yang absurd dan tampak menggantung tidak jelas. Memang benar bahwa lelaki gendut hampir dilemparkan ke kandang beruang kutub, bisa dikata magis, bahwa lelaki itu ternyata menangis dan berteriak ketika ditemukan di kamar mandi oleh penjaga kebun binatang setelah tutup. 

Sedangkan anaknya berada di kantor polisi karena dianggap sebagai anak hilang. Saya mengira, lelaki gendut penyakitnya kumat karena tidak meminum obatnya. Sehingga sesuatu telah terjadi di luar kesadarannya.

Pada bagian yang hampir akhir, tokoh si anak tidak ditampilkan menjadi pemain lagi. Kemudian lelaki gendut terputus hubungan dengan anaknya, juga pada kenangan tentang ayahnya. Dia merasa bebas dan lepas dari keduanya.

Saya tidak tahu di mana judul ini diambil. Memang di bagian akhir sering diucap kalimat “Ajari kami menundukkan kegilaan kami” sedangkan judulnya “Ajari kami melampaui kegilaan kami.” Tidak seperti Dongeng Pulau Tak Dikenal dan Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, judul kedua buku tersebut diambil dari, yang pertama, nama kapal; yang kedua, tulisan di truk. Sedangkan judul novela ini entah diambil dari kalimat tadi atau dari hal lain secara tersirat yang belum bisa saya tafsirkan.

Tentang jalan cerita saya masih belum yakin, ada fragmen-fragmen yang hilang dari pemahaman saya setelah selesai membacanya. 
Saya menganggap –dan mungkin salah— begini: ibunya mengirim kembali naskah biografi ayah lelaki gendut, bersama surat-surat yang menjelaskan apa yang terjadi dengan ayahnya waktu itu. Sebab itulah, lelaki gendut bebas, menjalani kehidupan seperti manusia normal, dia juga menguruskan badan, serta bebas dari anaknya dan ayahnya.

Yang belakangan, maksudnya: sebelumnya dia menjaga anaknya dengan sangat berlebihan, hal ini dikarenakan apa yang dirasakan anaknya bisa dirasakan olehnya. Misalnya ketika kaki anaknya terkena air panas, kaki lelaki gendut itu juga sakit luar biasa. Atau ketika anaknya diperiksa matanya oleh dokter, lelaki gendut juga merasakan kengerian yang dirasakan anaknya melalui pegangan tangan mereka.

Sedangkan terbebas dari ayahnya, ketika ayahnya mengurung diri di gudang sambil menutup mata dan menyumpal telinga. Namun, kemudian ayahnya tiba-tiba mati. Lelaki gendut terbayang terus dengan apa yang terjadi dengan ayahnya. Ketika dia bertanya kepada ibunya, sang ibu hanya  menjawab bahwa ayahnya gila. Lelaki gendut juga terbebas dari bayang-bayang ini.

Saya kira ada unsur-unsur politik dan kepentingan dari Kenzaburō Ōe menulis novela ini. Hanya saja pengetahuan saya belum mampu sampai di sana.

Novela ini pendek, namun kaya, dan rumit --sebab saya merasa belum tuntas memahaminya. Saya masih mencari pemahaman dari sekali pembacaan ini. Bagi kalian yang telah membaca dan paham, bisakah tolong saya? :)
Ajari Kami Melampaui Kegilaan Kami Karya Kenzaburō Ōe [ULASAN]
Dokumen pribadi
Sejak kanak-kanak, sudah ada sesuatu di dalam dirinya, sesuatu yang mendasar, yang kadang menyuruh dia mencela hidupnya dan hidup orang lain. (hlm. 16)

Tinggalkan Komentar

2 Comments

  1. Duit cairan dibelikan buku Ini? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. 5 buku sebenarnya. Udah terbiasa juga nggak ganti baju sama pake celana jebol.

      Delete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)