Ronin yang Tersesat: Ulasan Buku Ronin Samurai Pengembara

Ronin yang Tersesat: Ulasan Buku Ronin Samurai Pengembara
Dokumen Pribadi
Judul
:
RONIN SAMURAI PENGEMBARA
Judul Asli
:
The Ronin
Penulis
:
William Dale Jennings
Penerjemah
:
Ulya Nataresmi
Desain Sampul
:
Andy FN
Jumlah Halaman
:
Vii+232
Penerbit
:
Penerbit Liris
Cetakan 1
:
Januari 2010
ISBN
:
978-602-95978-4-4


Saya sempat mencari penerbit ini di peramban, namun tidak dijumpai. Entah apa yang terjadi.
Secara garis besar menceritakan ronin. Secara sederhana, ronin bisa diartikan sebagai samurai yang tidak bertuan sehingga hidupnya mengembara.
Ceritanya menarik. Menggoda saya untuk menulis 'sedikit' ulasan tentang buku ini, hanya agar tidak lupa.
Buku ini sebenarnya telah berada di kantor sekian lama, tidak ada yang membacanya. Bersama sekian buku lain di sana.
Hal-hal digambarkan biasa namun memiliki deskripsi yang mengesankan. Tentunya bukan main-main. Saya yakin penerjemahnya, Ulya Nataresmi juga tidak main-main dalam menerjemahkannya. Meski, menurut KBBI V5 daring, beberapa kata di sana bukan baku. Misalnya: nampak, sekedar.
Bagaimanapun, sedikit kekeliruan redaksi tidak mengubah cerita ronin di buku ini menjadi picisan belaka.
Menceritakan perjalanan --atau bisa disebut petualangan-- seorang ronin berbadan raksasa yang menguasai ilmu pedang, haus penghormatan, membuat keonaran di tiap desa yang dilewatinya.
Saya mengira bahwa alurnya akan maju dan biasa, nyatanya tidak. Ada masa ronin itu mati suri, menemukan pengalaman spiritual yang selalu tampak menarik.
Saya sudah cukup puas dengan alur yang saya kira biasa, namun kemudian alur itu berubah sedemikian: maju, mundur, dan maju lagi. Bumbunya makin lezat ketika disuguhkan kejutan-kejutan dari sikap ronin yang sulit ditebak.
Satu demi satu tokoh muncul dengan anggun, dan tetap berdaya hingga akhir. Saya menyarankan, untuk memerhatikan setiap tokoh yang muncul, yang tampaknya tidak akan tampil lagi dalam bagian selanjutnya. Sebab, semua tokoh muncul dan tanpa kesia-siaan.
Meskipun buku ini adalah terjemahan, deskripsinya akan membuat pembaca merasa ambisi sang ronin. Dapat merasakan pula perjalanan dan petualangan yang dapat didengar dari tulisan.
Yang paling baik dan paling saya sukai: tidak ada sama sekali nama tokoh-tokoh itu!
Hanya ada ronin, permaisuri, anak permaisuri, bangsawan, baginda, biksu, kakek tua, anak kecil, dll. Segera tuntaskan pikiran menimbang-nimbang, cari buku ini, dan segera baca!
Saya yakin harganya semakin murah. Buku yang jarang diminati khalayak dan sepertinya berhenti dicetak karena dianggap kurang marketable.
Dianjurkan bagi kalian yang menyukai kisah Jepang tradisional, penuh gairah, kegigihan, dan petualangan, alur yang dibolak-balik, serta tentang tebasan pedang pada daging hidup yang dideskripsikan dengan mengesankan.
Matahari terbit, dan dunia pun diisi oleh pemandangan yang seke[a]darnya, dan suara yang bisa memperdaya semuanya, kecuali yang tuli dan buta dan bijak. [hlm. 119]
Ataukah itu yang akan terjadi bila seorang samurai tidak selalu mengingat dalam benaknya bahwa memikul apapun yang kau kira tidak bisa kau pikul, berarti kau sedang benar-benar memikulnya. [hlm. 140]
Kebanyakan calon orang suci mempunyai tujuan pendahuluan berupa kesia-siaan. [hlm. 168] 

Tinggalkan Komentar

0 Comments