Manusia Gua Modern

Hampir tidak ada langkah. Kecuali ketika ke kamar mandi. Semua sudah tersedia di satu ruangan. Ruangan itu disebut sebagai ‘kamar tanpa dosa'.
Seorang remaja bangun pada pukul sepuluh. Itu sebuah keajaiban. Seorang yang lain mungkin nanti sore, atau keburu mati sebelum bangun. Tidak ada yang tahu sebagaimana tidak ada yang peduli.
Kamar tanpa dosa adalah sebuah rungan yang merangkum tempat tidur, tempat makan, ruang berkumpul, hingga tempat sampah. Dan sinar matahari adalah sesosok yang asing.
Tidak ada masalah mati kapan saja, hidup begitu indah dan tidak hanya itu yang kita punya, begitulah salah satu parafrasa dari seorang di sana yang diambil dari sebuah judul buku.
Kegiatan mereka begitu mulia: bangun sesukanya, makan jika ada, dan begadang untuk hal tidak berguna.
Tidak ada manusia yang bisa tahan selama bertahun-tahun selain mereka. Kecuali sekelompok orang yang dikisahkan pada Q.S. Al-Kahfi.
Baca juga:
Inilah waktunya untuk bangun, sekarang pukul sebelas. Seseorang melangkah malas ke belakang menuju kamar mandi. Kencing berdiri. Tanpa membilas apapun dari sana, dia menjauhi bau pesing yang ditumpuk banyak sekali. Tidur kembali.
Mereka akan benar-benar segar ketika malam datang. Bersepakat menuju kedai kopi untuk melihat bikini yang timbul dari pakaian tipis penjaganya. Di sana tidak akan ditemui matahari, mereka adalah orang-orang yang dikecualikan oleh matahari, dan matahari –seperti yang saya katakana di atas—adalah sesosok yang asing.
Semua berubah ketika satu-persatu mengenal perempuan. Mereka jadi tidak bisa bangun siang, segera tidur ketika malam, dan bangun teramat pagi untuk kencan. Hal yang sia-sia, ucap lelaki yang sama. Sehingga mereka ditinggalkan ditinggalkan oleh perempuannya setelah tahu kehidupan mereka sebelumnya.
Dan itulah waktu yang tepat (lagi) untuk menjalani hidup sebagaimana yang sudah-sudah.
Tidak ada yang membelenggu melebihi gua ini kecuali berahi, kata yang lain.
Tapi kita memiliki kamar bebas dosa?
Itu untuk onani! Onani beda dengan dionanikan!
Lantas kamar taubat?
Itu untuk salat! Salat beda dengan disalatkan!
Setelah berbuat dosa di kamar bebas dosa langsung menebus dosa di kamar taubat? Bukankah kamar bebas dosa tidak akan menghasilkan dosa?
Siapa yang tahu, wahai orang gua! Semua keputusan Tuhan Yang Esa!
Mereka sering berdebat untuk hal-hal kecil. Menjadi endapan untuk debat lainnya. Tidak ada yang benar-benar statis, semua dinamis dan berubah-ubah.
Satu-satunya yang sia-sia di gua modern itu adalah alarm.
Tidak ada seorang pun yang peduli dengan alarm, pun empunya. Sehingga waktu berjalan tanpa hambatan di gua itu, tidak dihentikan alarm, tidak pula diperhatikan oleh orang-orangnya.
Selama ada listrik, gawai, internet, sabun, dan sampo, semua sudah cukup. Makanan hanyalah kebutuhan tambahan sebagaimana pakaian dan tempat tinggal.
Baca juga:
Mereka bisa tidur di kedai kopi asalkan pulang ke gua sebelum matahari muncul. Onani setelah azan subuh selesai seperti kebanyakan yang lain, dan tidur tanpa mandi besar.
Orang-orang dengan jenis begini mungkin saja tersebar banyak di dunia ini. Tapi jika kalian salah satunya, hendaklah keluar ketika masih pagi, tanpa belenggu macam-macam dari lawan jenis.
Setelah itu masuk gua lagi, mengunci pintu dari dalam, dan lanjut tidur. Kasihan matahari, dia menyapa setiap hari meskipun tetap dianggap sebagai sesosok yang asing.
Hai, matahari, sudahkah engkau sarapan dan mendapat ucapan selamat pagi darinya?
Manusia Gua Modern - seloki
img src Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments