Laporan Pertanggungjancukan Redaktur Pelaksa Online 2017-2019

Segala puji kepada Tuhan semesta alam, Tuhan Yang Maha Esa, dan Maha segala-galanya. 
Tak lupa saya haturkan terima kasih kepada Dewan Redaksi, seluruh kru dari golongan jin dan manusia, yang telah membantu dalam menjalankan tugas terkait liputan, penulisan, pengolahan, perombakan, dan proses yang amat panjang dari teman-teman hingga bisa diterbitkan dan ditampakkan di halaman situs web lembaga. 
Terutama untuk Pemimpin Redaksi yang menjalankan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dengan tuntas, kemudian membantu menuntaskan Tupoksi saya dalam struktur fungsional organisasi sebagai Redaktur Pelaksana Online.
Tak terasa satu periode --yang sebenarnya adalah dua periode-- telah terlewati. Jika dikalkulasi dengan interval bulan akan menjadi 20-24 bulan. Alhamdulillah. Dalam periode yang saya sebutkan di atas, secara kasat mata dapat dilihat dinamika yang terjadi. Tentang kru-kru baru yang muncul, juga kru-kru lama yang tampaknya melupakan identitasnya di lembaga  kejurnalistikan ini.
Sebuah harapan sering muncul pada saat pengangkatan dan penobatan sebuah jabatan. Hal tersebut terjadi pula kepada saya. Pikiran umum saya telah dirombak sedemikian rupa dengan atau tanpa kelembutan, memang begitu adanya, lembaga ini adalah tempat tempa. Di mana di dalamnya berada algojo tempa dengan palu akbar dan terbakar. 
Saya dipanaskan, dipukul-pukul, dipanaskan lagi, dipukul-pukul lagi, dipanaskan seribu kali,  dan dipukul seribu kali pula. Hingga sekarang hasilnya pun muskil disebut 'jadi'. Saya masih setengah matang, dan dalam menjalankan Tupoksi di jabatan ini tidak sedikit kesalahan.
Kesalahan adalah bekal. Memang demikianlah kesalahan dibuat untuk diperbaiki, menjadikan pribadi lebih baik lagi. Namun beberapa kesalahan masih menganga begitu saja, kesalahan-kesalahan itu akan saya jabarkan dalam Laporan Pertanggungjancukan ini sebagai pengakuan dosa. 
Pisau jika ditempa dan diasah akan jadi lebih padat, lebih tajam, dan barangkali lebih bisa melindungi. Begitu pula dengan pikiran, seabrek ketimpangan mulai terlihat keganjilannya di mata saya berkat kajian-kajian dari organisasi. 
Sesuai dengan jargon lembaga ini, “Media Pemikiran Alternatif”, sebagai media publikasi dalam ranah kejurnalistikan yang tidak komersial telah menyumbang banyak pemikiran tentang keikhlasan dan memperjuangkan kemanusiaan dengan cara yang anggun dan dalam tempo yang telah ditentukan.
Tanpa panjang lebar lagi, berikut pengakuan dosa yang sekonyong-konyong ditulis biar tampak serius. Tapi, dengan segenap hati yang berpasrah kepada Tuhan yang Maha Esa, saya kira laporan ini akan lebih jatuh kepada kilas balik dan perenungan serta cermin benggala raksasa untuk kita semua berkaca. 

• Situs web lembaga dengan alamat domainnya: dimensipers.com (tidak berubah sejak pertama kali lahir) adalah wadah baru. Efeknya, sumber daya manusia yang belum benar-benar matang mau tidak mau harus memegang bagian tersebut. Karena drama Tuhan, sayalah yang mesti jadi korban dua kali, yang entah mesti berbahagia atau bersedih. 
Sehingga dengan kerahan tenaga badak dan tenaga dari sarapan yang dibelikan segenap kru, secara otodidak saya menggali kembali apa yang dulu pernah saya geluti. 
Ini adalah dosa saya yang pertama, bahwa hari-hari yang terlewat selama dua periode, belum ada yang intens dan benar-benar menggembleng sumber daya manusia untuk situs web. 
Pernah sekali saja mengadakan pelatihan internal terkait proses dasar mengurus situs web, itupun belum tuntas benar. Saya berterima kasih (lagi) untuk Pemimpin Redaksi yang ikut pelatihan itu, sehingga mau-tidak mau, karena dia mampu, maka beberapa tugas yang seharusnya berada di pundak saya dibagi dua di pundaknya.

• Berita-berita selalu ada sebagai bahan belajar kru yang mau belajar. Meskipun berita tetap update di laman situs web dimensipers.com, hal ini tentu tidak bisa dibanggakan saja. Nyaris tidak ada berita deepnews, features, ataupun opini mendalam terkait isu mainstream di luar kampus. 
Mungkin kalian tidak menyadari, dan berpikir bahwa: selama ada berita di situs web maka Dimensi tidak akan mati. Bukan demikian, ambisi saya lebih dari itu, terutama mengingat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dimensi ini menjadi rujukan untuk LPM lain terutama di Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri. 
Jika berada dalam posisi ini, kalian akan tahu, tidak mudah mengajak bayi-bayi jurnalis untuk menulis, masuk dalam proses menyebalkan dan menjengkelkan. Bagaimanapun ini adalah dosa saya selanjutnya.
Baca juga:
• Rubrik-rubrik tetap berisi, misalnya:
  1. Berita, yang masuk di dalamnya Dimensi Utama (Dimut) dan Newscamp. Newscamplah lahan paling subur untuk belajar karena paling mudah ditulis.
  2. Dimar, yang masuk di dalamnya Opini, Ulasan (buku, film, dan tokoh), serta Riset. Perlu saya sampaikan bahwa muskil terdapat ulasan buku, film, maupun tokoh. Sebab kru-kru tidak membaca buku, apalagi mengulas. Melihat film --jika bukan adult videos-- tetap tidak membuat ulasan, apalagi tokoh. Buku, dalam dunia kejurnalistikan adalah paru-paru, tapi kekosongan ini membuat lembaga mesti bekerja lebih keras. Jangan bilang bahwa tidak ada yang menanyakan dan meminta membaca buku. Saya menyadari minat baca dari semua kru benar-benar nyaris amblas semuanya ketika agenda Yasinan Buku hilang beberapa waktu. Artinya apa? Jika tidak ada tuntutan membaca buku, maka tidak ada yang membaca. Selesai.
  3. Sastra, yang masuk di dalamnya: cerpen, puisi, dan sekonyongnya essai masuk rubrik Sastra. Divisi Sastra seharusnya berpengaruh dalam rubrik ini. Namun saya tidak melihat kontribusinya dalam produk sastra untuk situs web (selain 3 buku sebagai produknya). Jika boleh saya sebut namanya, Asri S, dia menghilang dalam kurun waktu tidak lama. Mengalpakan juga tugas membantu Redaktur Pelaksana Online yang telah disepakati pada Rapat Kerja periode sebelumnya. 
  4. Klik, berisi foto-foto. Dan belum jelas foto macam apa yang ingin ditampilkan di sana. Dan sampai detik ini, masih 3 foto dengan sedikit paragraf tulisan. Yakni yang diunggah oleh akun bernama Vima Ulfina, M. Thoyib Sulaiman, dan Rohman. Masing-masing berjudul “Merawat ataukah Justru Memperkosa”, “Senja di Popoh”, dan “Sarasehan Lintas Iman, Upaya untuk Mengarusutamakan Kebhinekaan”. Sebelum periode saya –dan sebelum ada Redaktur Pelaksana Online— Pimpinan Umum sebelumnya, atas nama Arif R.A., telah membikin subdomain sendiri untuk rubrik Klik dengan alamat klik.dimensipers.com yang tidak pernah muncul satu postingan apapun di dalamnya. Dan selama sekian lama kepengurusan saya, subdomain itu tetaplah kosong. Bahkan dilupakan. Hal ini adalah kesalahan saya berikutnya, bahwa belum memberi sosialisasi terkait fotografi, videografi, maupun infografi di situs web. Meskipun saya bisa beralasan belum ada alat untuk mewujudkannya saat itu. 
  5. Tentang Kami, yang masuk di dalamnya Download (berisi file yang bisa diunduh), Terbitan, Kontribusi, Agenda, dan Struktur Organisasi.
  6. Kirim Tulisan, adalah rubrik baru yang saya taruh di main menu pada homepage situs web. Latar belakang rubrik ini ada adalah, banyaknya kritik dan saran serta anggapan bahwa dimensipers.com hanya boleh diisi oleh kru saja, yang sebenarnya semua manusia boleh mengirim tulisan. Saat itu saya menyetujui saran yang masuk, kemudian mewujudkannya. Meskipun, satu periode setelah rubrik itu muncul, tidak ada sama sekali tulisan dari selain kru. 
• Website dimensipers.com juga dilengkapi dengan ISSUU, untuk membaca majalah edisi terbaru secara daring. Hal ini lebih tampak hanya memperindah tampilan semata, majalah cetak saja tidak semua membaca, apalagi versi daring. Penyuburan minat baca dalam kampus juga menjadi tugas lembaga ini. Dalam arti lain, dosa saya juga.

Saya adalah manusia pertama yang mengisi struktur fungsional Redaktur Pelaksana Online, oleh sebab itu, ini juga adalah Laporan Pertanggungjancukan pertama atas situs web dimensipers.com tersebut. 
Tugas Redaktur Pelaksana Online adalah:
• Memimpin proses dan kegiatan redaksi yang akan dipublikasi di situs web lembaga.
• Membantu kinerja Pemimpin Redaksi.
• Mengkoordinir proses publikasi dan peliputan.
• Mengelola situs web.
• Mengawasi, mengatur, dan memantau proses publikasi dan tugas para reporter.
• Bertanggung jawab sepenuhnya atas tulisan yang sudah dilempar ke ruang publik. Dalam hal ini mendampingi penulis jika sewaktu-waktu terdapat gugatan atau panggilan dari pihak yang bersangkut-paut dengan tulisan.

Tugas-tugas yang tertuang di atas belumlah paripurna dan sangat bisa berubah berdasarkan kekuasaan otonom Redaktur Pelaksana Online selanjutnya dalam rapat Program Kerja.
Adapun jumlah postingan di dimensipers.com seluruh rubrik dari bulan ke bulan sebagai berikut:

• Juni 2015, berjumlah 1 postingan.
• Januari 2016, berjumlah 1 postingan.
• Februari 2017, berjumlah 11 postingan.
• Maret 2017, berjumlah 22 postingan.
• April 2017, berjumlah 23 postingan.
• Mei 2017, berjumlah 22 postingan.
• Juni 2017, berjumlah 9 postingan.
• Juli 2017, berjumlah 11 postingan.
• Agustus 2017, berjumlah 16 postingan.
• Semptember 2017, berjumlah 22 postingan.
• Oktober 2017, berjumlah 22 postingan.
• November 2017, berjumlah 7 postingan.
• Desember 2017, berjumlah 10 postingan.
• Januari 2018, berjumlah 3 postingan.
• Februari 2018, berjumlah 6 postingan.
• Maret 2018, berjumlah 12 postingan.
• April 2018, berjumlah 26 postingan.
• Mei 2018, berjumlah 11 postingan.
• Juni 2018, berjumlah 5 postingan.
• Juli 2018, berjumlah 9 postingan.
• Agustus 2018, berjumlah 17 postingan.
• September 2018, berjumlah 29 postingan.
• Oktober 2018, berjumlah 18 postingan.
• November 2018, berjumlah 10 postingan.
• Desember 2018, berjumlah 16 postingan.
• Januari 2019, berjumlah 11 postingan.
• Februari 2019, berjumlah 18 postingan.
• Maret 2019, berjumlah 16 postingan.
• April 2019, berjumlah 12 postingan.
• Mei 2019, berjumlah 6 postingan.
• Juni 2019, berjumlah 5 postingan.
• Juli 2019, berjumlah 7 postingan.
• Agustus 2019 sampai LPJ ini saya tulis (23 Agustus 2019), berjumlah 10 postingan.

Rincian dari penjabaran di atas adalah: Postingan yang dimaksud termasuk di dalamnya yang telah terbit, yang ditangguhkan, dan konsep.
Hasilnya begini:
• Semua postingan : 398
• Telah terbit : 357
• Konsep : 21
• Ditangguhkan : 20

Ongkos sewa hosting dari https://www.niagahoster.co.id adalah: Rp 706.800,00 sampai Kamis, 13 Desember 2019
Ongkos sewa domain dari https://www.niagahoster.co.id adalah: Rp 0,00 sampai Kamis, 13 Desember 2019. Hal ini dikarenakan, pembelian paket hosting adalah gratis domain selamanya. 
Baca juga:
Bagaimanapun, situs web ini adalah wadah yang telah kita rintis. Yang termasuk kebaikan dan keburukan di dalamnya akan tumpah di muka kita semua tidak terkecuali. Semua harapan akan tumbuh di benak kalian masing-masing, bagi para penerus selanjutnya. 

Aih, bicara soal penerus selanjutnya. Saya belum mendapat pandangan baik tentang hal ini, jadi tidak usah dibicarakan. Kita akan membicarakan tentang pertanggungjawaban konten.
Pertama, tulisan yang telah diunggah tidak boleh direvisi. Kedua, jika terjadi kesalahan yang fatal maka akan dibuat tulisan baru yang disebut sebagai tulisan klarifikasi. Ketiga, jika yang pertama dan kedua menemui titik buntu, akan diadakan konferensi pers.
Terkait dengan hal pertama, saya pernah mengedit beberapa tulisan yang sudah diunggah. Hal ini bisa saja dilakukan, jika yang keliru hanya masalah keredaksian (salah kata). Misalnya, ada kata kontrol tapi malah terketik kontol karena papan ketik huruf "r" sedang rusak.
Terkait dengan hal kedua, ada tulisan yang memerlukan klarifikasi karena kesalahan fatal terkait tulisan. Misalnya tulisan yang diunggah akun bernama Pitek (R.I. Fahrizza) berjudul “Tema PBAK Institut yang Samar-Samar” kemudian diunggah tulisan klarifikasi oleh akun yang sama berjudul “Quo Vadis Tema PBAK Institut?”. Tulisan itu perlu diunggah karena penting, yang didefinisikan sebagai perlu diketahui khalayak. Dan perlu klarifikasi karena kesalahan fatal berupa ketidakjelasan. Tidak bisa dipungkiri bahwa ini adalah kesalahan Redaktur Pelaksana Online yang kurang tahu tentang topik tersebut. Artinya, ini dosa saya, tentunnya juga dosa Pemimpin Redaksi karena berkontribusi atas perombakan tulisan tersebut.
Terkait dengan hal ketiga, untuk urusan situs web belum pernah terjadi. Namun untuk urusan majalah, Dimensi pernah mempertemukan pihak-pihak dalam majalah edisi 41 berjudul Manuver ‘Organ’ Mahasiswa Ekstrakampus. Hal ini bukan karena ada tulisan yang keliru, namun lebih pada kejelasan untuk menghindari kesalahpahaman.

Jika boleh saya analogikan masa jabatan ini sebagai sebuah jalan. Maka dua periode ini adalah jalan yang dinamis. Banyak lika-liku, namun tidak jarang terdapat tanjakan dan turunan, juga pemberhentian mirip di perempatan tirto, bahkan ada kalanya sampai pada jalan kosong yang lengang dan membosankan. 
Saya telah menempuh jalan itu. Dan sangat mustahil saya kembali mengulang jalan yang sama sebagai Redaktur Pelaksana Onlie yang pada masanya adalah eselon 2 lagi, seperti periode ini, karena keputusan otonom dari Pimpinan Umum terpilih. 
Meskipun Pimpinan Umum juga akan turun takhta, saya akan menambahkan ini sebagai dosanya: Dia berdosa atas keputusan sepihak menempatkan saya di Redaktur Pelaksana Online sehingga saya menjabat dua periode. Tapi dia berjasa juga sehingga dimensipers.com belum jadi mati tahun ini.

Saya telah sampai di ujung jalan. Tapi --seperti yang dibutkan di atas-- saya adalah produk yang belum matang. Maka selalu ada yang terbayang tentang harapan.
Harapan saya:
• Semoga pemegang kursi Redaktur Pelaksana Online berikutnya tidak memandang amanah tersebut sebagai suatu kotoran atau kesialan. Giat belajar terus mencari ilmu, karena ilmu tidak akan habis seperti uang di dompet kalian.
• Semoga Redaktur Pelaksana Online menjadikan situs web lembaga kondang dunia dan akhirat dalam artian yang baik. 
• Mampu mengembangkan potensi, mengarahkan pikiran sesuai dengan paradigma alternatif, tidak melupakan identitas, dan mampu totalitas menjalankan tugas pokok dan fungsi.
• Reporter semoga lebih militan dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Meminimalisir potensi percintaan yang sia-sia. Lebih percaya pada proses di Dimensi daripada rayuan lawan jenis yang jelas-jelas 100% bualan belaka. Ingat-ingat bahwa proses di lembaga ini tertulis dalam batu, bukan air. Bisa dibaca siapa saja dan terus menerus, terutama pada forum gibah di kedai kopi.
• Semoga ada penerus untuk menjabat sebagai dewa mabuk selanjutnya.

Beginilah adanya, laporan ini saya buat tidak di bawah pengaruh alkohol atau obat apapun. Tanpa intervensi maupun intimidasi dari pihak manapun juga. Sehingga semua data yang saya sampaikan adalah kenyataan berdasarkan pengamatan saya. Namun pengamatan sering kali menipu. Sekarang, saya menerima segala kritik dari kalian asal dilengkapi rasionalisasi yang logis. 
Akhir kata, saya mau menyampaikan bahwa pandangan saya tetaplah optimis, sebab belum pernah ada kru Dimensi bunuh diri karena kepusingan di lembaga. Tongkat estafet suci lembaga akan diteruskan menuju tangan yang lebih baik dari sebelumnya. Dan bayi-bayi jurnalis akan tumbuh menjadi dewasa, tentunya setelah balita. (23 Agustus 2019, setelah berak)

NB: Laporan Pertanggungjancukan ini ditulis pada 23 Agustus 2019 setelah berak, dan dibacakan pada 25 Agustus 2019 ketika Musyawarah Anggota.

Laporan Pertanggungjancukan Redaktur Pelaksa Online 2017-2019
Img scr Pixabay

Tinggalkan Komentar

2 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)