Pembahasan tentang Pwisy Ditinggal Wisuda

Orang-orang dari bilik merenung, berniat sesuatu kepada saya.
Setelah puisi yang saya tulis dengan nyaris menangis berjudul Ditinggal Wisuda saya terbitkan di blog ini, ternyata ada (beberapa) yang membaca. Dan sialnya mereka tidak hanya membaca, menyebarkan tautan di media sosial, dan membikin puisi balasan.
Mereka adalah 6 orang ini (sampai hari ini, Jumat 12 Juli 2019, dan semoga tidak berlanjut):
Pertama-tama, admin dari kedelaibusuk mengirim sebuah tautan.
Kedua kalinya, dia (admin kedelaibusuk) mengirim sebuah tautan (lagi) dari rotiisi.
Sebenarnya sampai sini saya sudah merasa curiga. Orang-orang ini benar-benar berniat sesuatu kepada saya.
Ketiga kalinya, pemilik akun sepahrenjana mengirim sebuah tautan.
Keempat kalinya, admin dari iffatehah.
Kelima kalinya, pemilik akun facebook Isnatul Kholifah.
Keenam kalinya, Muftih

(HATI-HATI. KONTEN BERSIFAT PRIBADI DAN SANGAT MUNGKIN TIDAK BERARTI BAGI KALIAN. SAYA HANYA TIDAK MAU PUISI ORANG-ORANG ITU DIHILANGKAN DAN DILUPAKAN.)


Pembahasan tentang Pwisy Ditinggal Wisuda - SELOKI

Pembahasan tentang Pwisy Ditinggal Wisuda - SELOKI

Pembahasan tentang Pwisy Ditinggal Wisuda - SELOKI

Pembahasan tentang Pwisy Ditinggal Wisuda - SELOKI

Pembahasan tentang Pwisy Ditinggal Wisuda - SELOKI


Ketika membaca ketiga milik mereka, seperti kata Virgiawan Listanto, "Ada getar terasa"
Berikut puisi yang mereka tulis:

  1. kedelaibusuk - Dia Wisuda
  2. rotiisi - Kamu Wisuda
  3. sepahrenjana - Cuaca Duka Perapal Mantra
  4. iffatehah - Ayo Wisuda
  5. Isnatul Kholifah - Tak Apa Tertinggal
  6. Muftih - Surya Wisuda
Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Tapi alangkah lebih baik, juga kalian urus hidup (yang mungkin lebih kacau dari hidupku) milik kalian itu.
Sisi baiknya: masih banyak orang yang ternyata peduli.
Sisi buruknya: puisi-puisi itu makin mengingatkan, bahwa saya benar-benar ditinggal wisuda!
Hahaha... hidup ini seimbang, ya. Jenaka juga. //

Post a Comment

0 Comments