Gabut yang Bikin Kenyang Perut Orang

Sebenarnya gabut tidak ada dalam KBBI V5 daring. Ya, meskipun demikian kata ini telah lazim digunakan pada banyak kesempatan.
Kita sepakati saja, kata gabut berarti tidak memiliki kegiatan, malas, jenuh, atau nyaris bunuh diri, atau apa saja terserah pemahaman masing-masing. 
Biasanya ketika kegabutan datang, saya akan memasak. Tentu saja setelah gabut menulis, gabut membaca, dan gabut memancing.
Saya laki-laki, dan tidak jarang memasak, dan memasak tidak hanya dimilki perempuan. Memasak adalah kebebasan yang dimiliki oleh tiap manusia tanpa dibatasi jenis kelamin. 
Barangkali kita mesti membolak-balik Feminist Thought-nya Tong, atau mengingat kembali tentang budaya patriarkal yang sebenarnya adalah bentukan. 
Meskipun saya berkata demikian, namun nyatanya kegiatan memasak tetap dianggap sebagai milik perempuan. Fiuh, terserah kalian hoomaaan...
Bahan mentah yang bisa saya masak selain ikan pancingan adalah mi (bukan mie --lihat KBBI untuk isian lema mie)
Gabut yang Bikin Kenyang Perut Orang
Dokumen pribadi (tinggal menunggu kuahnya meresap)
Percayalah, penampakannya tidak seberantakan itu.
__
__
Sebenarnya saya hanya ingin menulis resep untuk mengingatkan saya, jika kelak ternyata terlalu sibuk dengan suatu urusan dan lupa dengan kegabutan. Begini bahan-bahannya:
  1. Mi 3 lembar
  2. Kubis setengah
  3. Telur 2 biji
  4. Bawang bombai 1
  5. Bawang putih 7 siung
  6. Bawang merah 5 siung
  7. Cabai merah 5 biji
  8. Garam secukupnya
  9. Gula secukupnya
  10. Royco secukupnya
  11. Micin (tidak perlu)
  12. Kecap secukupnya
  13. Air
  14. Wajan goreng
  15. Sotel besi
  16. Jampel wajan
  17. Niat
  18. Helm
  19. Kompor
  20. Gas, dan yang paling penting
  21. Tingkat kegabutan yang cukup!
Pertama-tama punyai kegabutan. Ini adalah syarat mutlak untuk membuat mi yang saya namai sebagai: Mi Bawang Kecap Revolusioner
Nama itu ada maknanya. Nanti akan saya jabarkan maknanya ketika telah selesai proses memasak.
Proses memasaknya begini:
  1. Cuci wajan (tidak wajib)
  2. Cuci tangan dan kaki (disarankan)
  3. Cuci sotel (tidak disarankan. Sebab, air kena minyak panas akan muncrat)
  4. Cek gas dan kondisi kompor (disarankan)
  5. Cuci jampel wajan (tidak wajib)
  6. Cuci kubis (wajib)
  7. Cuci mi (tidak disarankan. Karena mindo gaweni)
  8. Siapkan kegabutan (wajib)
  9. Siapkan niat (wajib)
  10. Setelah kubis dicuci, rebus kubis
  11. Rebus mi
  12. Sambil menunggu kubis agak empuk, iris bawang bombai, putih, dan merah
  13. Tiriskan kubis
  14. Tiriskan mi
  15. Ganti dengan wajan goreng
  16. Panaskan minyak
  17. Masukkan 2 telur tanpa dikocok (bukan telur di bawah pelirmu)
  18. Hancurkan telur di wajan goreng
  19. Masukkan segala bawang tadi
  20. Sambil menunggu aromanya keluar, iris cabai
  21. Pakai helm
  22. Masukkan cabai ke wajan goreng (akan muncrat, di sinilah gunanya pakai helm)
  23. Masukkan kubis yang ditiriskan tadi
  24. Masukkan mi yang ditiriskan tadi
  25. Tambah air secukupnya
  26. Lepas helm (setelah diberi air, tidak akan muncrat lagi)
  27. Tambah kecap yang banyak karena enak (subjektif)
  28. Tambah garam, gula, dan royco (jangan micin. Dengan kadar tertentu bisa membuat Anda pekok sekali dan bego sekali)
  29. Tunggu hingga air meresap
  30. Hidangkan untuk orang-orang
Sesuai judul, tulisan ini adalah Gabut yang Bikin Kenyang Perut Orang! Ingat! Perut orang! Bukan perutmu! Jadi setelah matang jangan dimakan, Bangsat! 
Mengenai nama mi ini: Mi Bawang Kecap Revolusioner alasannya adalah:
Pertama, bahan bakunya adalah mi
Kedua, bawangnya banyak
Ketiga, kecapnya banyak
Keempat, bahan-bahan yang semula digoreng; berubah direbus! Sangat revolusioner, kan?!

Selamat mencoba, selamat menghilangkan kegabutan

Post a Comment

0 Comments