Ril dan Semangat Lawas yang Masih Menyala

Saya tidak mau jadi bohemian, tapi --seperti Chairil-- orang-orang di sekitar saya menjuluki demikian.
Aih, jangan sampai samakan saya dengan penulis puwisi AKU itu, kita terlampau jauh berbeda. Saya pemalu dan dia binal benar. Saya punya satu perempuan dan dia sekian lusin.
Ceritanya, hari ini di kota ini saya tiada punyai tempat singgah. Saya ajak seorang teman, tentu dengan kedok ingin menumpang tidur. Alhasil berhasil juga.
Pada paginya setelah bangun tidur, jika tidak salah itu pukul delapan, saya melihat sekeliling. Berjalan mendekati rak buku, dan saya ambil sebuah buku yang dulu sempat hampir saya baca.
Pada pukul sembilan saya telah sampai pada pertengahan.
Buku itu berjudul AKU karya sastrawan yang punya sampingan sebagai sutradara, Sjuman Djaya. Terbitan GPU 2016.
Ril dan Semangat Lawas yang Masih Menyala - SELOKI
dokumen pribadi cok jancok

Karena buku tersebut, saya menjadi bersemangat. Saya mandi sepagi itu. Dan buru-buru pamitan seperti hendak pergi memperjuangkan kebebasan rakyat.
Padahal tidak, saya hanya masuk kampus. Melewati gerbang yang sejak sekian purnama tidak pernah saya lewati lagi. Masuk kantor organisasi dan melihat wajah-wajah menyebalkan.
Semua keajaiban ini berkat semangat dari Chairil. Yang dinarasikan dengan puisi yang apik oleh Sjuman Djaya.
Ngomong-ngomong tulisan ini bukan resensi buku, saya belum tuntas membacanya karena telampau lemah merasakan semangat Chairil.
Setidaknya, semangat itu sekarang menular. Saya juga menyadari bahwa sang diri belum mencebur sepenuhnya dalam satu hal yang remang-remang, seperti Chairil yang telah basah kuyup dan bulat menjadi penyair.
Kalian yang hendak mencari diri, silakan baca buku ini di tempat paling sunyi seperti jiwa kalian, rasai totalitas dan semangat, nikmati sastra seperti ketika onani, dan simpan kembali bukunya jika hendak keluar untuk memperjuangkan kebebasan diri.
Beban hidup yang dialami tiap manusia beda. Solusinya adalah sungai sepi, bayangkan sungai itu sebagai Gangga atau Nil, segeralah menceburkan diri dan yakin bahwa masalah hidup kalian turut hanyut bersama aliran.
Kemudian mentas dan masuk kembali pada kubangan lain yang dirasa bahwa kebebasan berada di sana.
Ril dan Semangat Lawas yang Masih Menyala - SELOKI
dokumen pribadi
Saya yakin, kalian akan merasai semangatnya. Juga menyadari betapa profil Chairil adalah sebagai lelaki flamboyan.
Baik, kapan kalian akan mendengarkan musikalisasi puisi AKU oleh Sindu dan Kevina? Saya sarankan dengarkan sebelum tidur, ditambah Pulang ke Rahim Ibunya oleh Jeje. Ini komposisi yang lumayan. //

Tinggalkan Komentar

0 Comments