Micro Fishing sebagai Alibi Anti Boncos

Mungkin, pada tulisan ini akan ada kata, jika dicari dalam KBBI paling mutakhir barangkali tidak akan pernah temu.

  1. Boncos: tidak mendapat ikan, spot mancing sepi sambaran.
  2. Tegek: tangkai pancing tanpa kolong senar.
  3. Negek: memancing pakai tegek.
  4. Wader: nama ikan.
  5. Waderan: memancing ikan wader.

Micro Fishing adalah, secara sederhana dapat diartikan sebagai memancing dengan sasaran ikan-ikan kecil yang --semula-- digunakan untuk mencari dan/atau mengidentifikasi spesies ikan mikro/kecil.

Micro Fishing sebagai Alibi Anti Boncos


Banyak orang (untuk tidak menyebut semua) akan lebih tertarik dengan ikan besar daripada ikan kecil untuk dipancing. Namun hal ini pun dipengaruhi beberapa faktor. Misalnya tujuan pemancing itu memancing.
Ada juga pemancing yang hanya suka memancing. Jika dapat ikan, akan diberi di keramba/timba ikan pemancing lainnya.
Berdasar pengamatan saya, pemancing-pemancing tidak hanya membawa satu tegek untuk sekadar memancing di sungai dan kali --untuk membedakan besar dan kecil.

Nah, itu. Memancing tidak sekadar memancing. Perlu perhitungan, pertimbangan, hipotesis, analisis lapangan, pembuktian hipotesis, dan lain-lain, hingga penarikan kesimpulan. Ribet. Untuk menyingkatnya agar menjadi (tampak) sederhana, kita bikin memancing hanya sekadar memancing.
Sama seperti saat pemancing tidak hanya membawa satu tegek, mereka juga tidak hanya membawa satu jenis umpan. 

Semua ini akan cukup untuk bekal kita masuk ke Micro Fishing sebagai Alibi Anti Boncos.
Berawal dari keinginan untuk memancing ikan besar.
Namun ada kalanya ikan-ikan itu tidak mau makan, pindah lokasi, atau didahului oleh PLN dan apoteker.
Alasan tidak mendapat ikan ini, tidak jarang membuat pemancing beralih memancing ikan-ikan di pinggiran. Dengan cara: mengganti peranci pancing pakai kail lebih kecil, timah lebih kecil, dan pelampung lebih kecil. 
Karena membawa lebih dari satu tegek, maka dapat dipastikan, satu tegek dikhususkan untuk memancing ikan tertentu, dengan kondisi sungai/kali tertentu, pakai umpan tertentu, dan lain sebagainya. Sedangkan tegek lainnya digunakan untuk kondisi lain sama sekali.
Itulah mengapa mereka selalu membawa lebih dari satu umpan. Misalnya cacing, lumut, dan racikan roti atau pelet. Semua untuk jenis-jenis ikan yang berbeda.
Peranti yang dipakai pun juga kecil. Biasanya pakai tegek dengan panjang maksimal 360 saja, dengan bahan karbon agar ringan.

Di beberapa daerah di Indonesia, kegiatan memancing ikan-ikan kecil bahkan ada komunitas sendiri. Misalnya saja Wader Beunteur Mania Indonesia. Atau di taraf paling banyak adalah grup-grup media sosial.
Wader mania berbeda dengan menggunakan micro fishing atau tiny fishing sebagai alibi anti boncos, sebab mereka memancing memang dengan tujuan mencari ikan-ikan kecil sejak awal.
Mereka pakai joran fiber yang diamplas hingga lentur sekali dengan ukuran tidak sampai 2 meter. Tujuan dibikin amat lentur adalah, jika mendapat ikan kecil sekalipun, terasa ditarik oleh ikan besar.
"Sudah dapat ikan?"
"Sudah. Waderan."
"Mana? Lihat?, Lah kok kecil-kecil?"
"Namanya juga negek micro fishing."
Maka jangan takut untuk boncos! Jangan takut dapat ikan-ikan kecil! Dan jangan lupa bawa peranti kecil untuk jaga-jaga jika ikan besar tidak mau makan. Kita pakai 'micro fishing' sebagai alibi. //

Micro Fishing sebagai Alibi Anti Boncos
img src

Tinggalkan Komentar

0 Comments