Anjing Buduk Bohemian-Kapiran

Anjing buduk bohemian-kapiran sedang tidur di meja. Meja berada di depan kontrakan. Kontrakan kokoh di hadapan gedung kampus. Kampus megah di belakang kontrakan kumuh. Kontrakan di belakang meja dari kayu jati hasil maling dari gunung sebelah barat kota. Meja di bawah anjing yang korengnya nyaris menyelimuti semua kulit.
Ekor anjing buduk bohemian-kapiran pendek saja. Bergoyang tidak semangat. Seakan ekor itu tidak dilalui jalur nyawa.
Anjing yang mulanya lahir putih sekarang jadi abu-abu. Beberapa bagian di tubuhnya menempel kotoran sapi kering. Dia bangun. Berjalan ke perempatan terdekat. Mencoba --sekali lagi-- mengakhiri penderitaan, tanpa memikirkan masa depan.
Kau yang sedang di perempatan tidak sadar pada anjing buduk bohemian-kapiran yang batinnya kacau. Kau hanya peduli pada lampu jalan yang masih berwarna merah. Beberapa saat kemudian, kau dan anjing buduk bohemian-kapiran bertemu dalam situasi yang kurang menyenangkan.
Sebelum ban depan sepeda motor yang baru kau cuci itu menyentuh kulit buduk anjing, kau memekik, "ANJIIING!!!"
Saya yakin jika anjing itu tidak didahului oleh kematian, dia pasti akan membalas pekikmu, "YA, AKU MEMANG ANJING! MANUSIA BANGSAT!"
//
Gambar anjing buduk bohemian-kapiran setelah diangkat ke akhirat Image by Daniel Brachlow from Pixabay

Tinggalkan Komentar

0 Comments