5 Buku Wajib sebelum Mengerjakan Skripsi

Mahasiswa baru di gazebo sebelah perpustakaan kampus sedang kebingungan mencari bahan referensi. Tidak didapatinya buku yang disarankan Sang Dosen Maha Benar. Saya melihatnya, dan sialnya, dulu pernah bernasip nyaris serupa. Sialnya lagi, referensi itu untuk penugasan makalah yang entah gunanya apa, dan berakhir di tong sampah mana.
Jangan gusar, ada baiknya juga menyelesaikan penggarapan makalah, untuk membantu teman satu kelompok, misalnya. Lumayan, dihitung pahala dan (semoga) menjadikan api neraca –untuk tidak menyebut neraka karena mengerikan—menjadi dingin.
Namun, lebih baik lagi membaca buku untuk kesehatan jiwa kalian. Biar tidak kunjung murung karena tugas dari dosen. 

Berikut 5 buku wajib yang mesti mahasiswa kenali.

1. Tetralogi Buru

Siapa yang tidak tahu penulis tetralogi ini. Dia adalah manusia. Dan jika tidak tahu sekadar namanya, seperti kata Soekarno, pemuda seperti begini baiknya digunduli saja kepalanya. 
Buku-buku Pramoedya Ananta Toer menempati angka pertama. Saya menyarankan untuk segera menabung untuk membeli bukunya. Jangan pakai uang haram untuk membeli buku Pram. Uang haram hanya halal digunakan membeli anggur.
Saya menjamin kalian tidak akan kecewa membacanya, jika kecewa, bolehlah buku-buku dari Mbah Pram diberikan saja kepada saya. Barangkali terlalu pesimistis menganggap mahasiswa sekarang tidak tahu Pram. Bisa saja mereka tahu, dari kutipan di instagram.

2. Kumpulan Humor Nasruddin Hodja

Terjemahan sastra klasik terbitan Kakatua ini saya rekomendasikan. Barangkali kita lelah dengan buku berat macam Dunia Sophie, atau tidak bisa mengejar petunjuk atas tulisan Edgar Allan Poe, atau tidak punya waktu yang cukup dan otak yang sabar membaca one thousand years of solitude, maka anekdot-anekdot Nasruddin Hodja bisa jadi pelarian. 
Pikiran berlama-lama tidak baik untuk jiwa kalian, lebih baik luangkan sedikit waktu untuk bercanda, mencari keceriaan, menyenangkan hati. Siapa tahu kalian lupa bahwa makalah harus direvisi.

3. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas

Seberapa melaratnya kita, hati harus tetap cerita. Alternatifnya kita baca buku Eka Kurniawan ini. Ada satu masalah setelah khatam membacanya, saya tidak bisa lupa dengan kalimat pertama.

4. Iblis Menggugat Tuhan

Semua tugas dari dosen tidak ada yang kekal. Asupan kisah nabi yang dibalut sastra dan paradigma berbeda, akan semakin menambah kekayaan hati bahwa tugas dosen –termasuk makalah—tidak akan dibawa mati.
Terjemahannya bagus, ceritanya runtut, dan bisa saja membuat kalian seketika kafir. Namun tidak demikian, malah sebaliknya, iman kalian semakin kukuh. Hidup kalian tenang. Dan semoga benar-benar mengurangi beban mencari referensi makalah.
Bukunya tidak tebal, lebih tebal skripsi yang pakai pendekatan kualitatif. Berisi dua bagian, pertama The Madness of God, kedua The Man Who Have The Elephant. Kapan lagi berbincang santai dengan Iblis?

5. Feminist Thought

Keempat buku di atas adalah novel dan kumpulan anekdot. Saya masukkan satu teori di sini, Feminist Thought yang ditulis Rosemarie Putnam Tong. Selain beriman kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama tidak boleh alpa. 
Tong memberikan pandangan tentang keperempuanan, menjadi buku wajib untuk pengantar feminisme. Selain ini barangkali bisa kalian cari Analisis Wacana karya Eriyanto, atau Filsafat Modern karya F. Budi Hardiman.
Semua buku baik. Belilah/pinjamlah sebanyak-banyaknya buku, jika tidak dibaca, setidaknya berfungsi sebagai bantal setelah digulung dengan jaket. Seperti ketika kalian membakar catatan, mencampur dengan air panas di gelas, menambah sedikit gula, dan mengaduknya sebelum menenggaknya. Top cer!
5 Buku Wajib sebelum Mengerjakan Skripsi - SELOKI
Image by Gerhard Gellinger from Pixabay

Post a Comment

0 Comments