Monumen Besi Selokicom

Saya kerap kehilangan korek. Jika kalian tidak tahu apa itu korek, akan saya beri gambarnya.
Monumen Besi Selokicom
Barangkali orientasi kita jika mendengar kata 'korek' akan berbeda. Bagi ibu yang kadar sayang kepada anaknya besar sekali, mungkin dia akan berpikiran tentang 'korek kuping'. Bagi guru yang selalu mencari kebenaran di lembar jawaban berengsek anak didiknya, mungkin dia akan berpikiran tentang 'koreksi jawaban'.

Lihatlah penjelasan kata dari KBBI V daring berikut:
Monumen Besi Selokicom
Korek yang saya maksud, seperti gambar pertama, adalah pemantik api atau korek api. Beberapa waktu lalu saya pesan di toko online untuk membuatkan sebuah pemantik api dengan tulisan 'SELOKI.COM 2019' sesuai waktu saya beli domain ini.
Namanya juga pikiran, sering jadi liar, saya tambahi tulisan di bagian depan. Sebenarnya bukan barang murah, sehingga saya akan menyayangkan jika korek api ini hilang. Oleh sebab itu, saya tulis dan unggah fotonya di sini, sebelum korek api itu hilang. Seperti ratusan korek api anyar yang saya beli dan pakai dua-tiga kali sebelum lenyap.
Saya tidak akan menyoal pelakunya, yang kemungkinan besar adalah karib-karib saya sendiri. Saya juga tidak akan mempermasalahkan kata 'korek' di pikiran kalian tidak mengacu pada pemantik yang memiliki filosofi tentang dunia ini. Bagian filosofi hendak saya sampaikan pada bagian akhir sahaja.
Seperti orientasi pikiran yang lebih condong pada sesuatu yang lain terlepas apa yang disampaikan pembicara. Misalnya, saya sebagai pembicara mengatakan kata 'magnum'. Apa yang Anda pikirkan sebagai pendengar?
Saya akan memberi 3 jalan, yang barangkali bisa menebak pikiran Anda:

  1. Magnum sebagai merek ice cream bagi mereka yang suka jajanan.
  2. Magnum sebagai merek rokok bagi mereka pengedar dan penikmat rokok.
  3. Magnum sebagai jenis sniper bagi mereka yang senang coli di warnet sebab selalu jomlo dan pacarnya hanyalah 2 dimensi atau virtual di dalam layar monitor. Mereka sering menyebut diri sebagai gamer meskipun game yang mereka mainkan hanya satu atau dua. Lebih sering menyebut diri sebagai bokeper sebab referensi mereka tentang tautan bokep amatlah segudang. Sisanya menganggap diri sebagai hacker karena memiliki topeng V for Vendetta Guy Fawkes, selfie dengan memakainya kemudian mengunggah ke media sosial, sering melihat anime, dan masuk beberapa grup hacking di facebook.
Bagaimana? Apakah ada 'magnum' lain yang meleset dari tebakan saya? Sebenarnya semua pikiran memiliki kekuatan. Memiliki juga kecondongan pada sesuatu yang lain. Bagaimana jika saya mengatakan 'tampan', 'cantik', 'merah', 'hitam', atau 'seloki', atau sekian puluh ribu kata lain? 

Untuk tampan dan cantik saya pikir sudah banyak di antara kita yang beda pandangan.
Saya bisa menyebut korek api sebagai 'monumen besi selokicom' ini tampan dan cantik sekaligus. Ada yang menganggap tampan sebagai  lelaki dengan kulit putih khas metropolitan, mancung, wajahnya mirip bayi yang dipoles dengan susu fermentasi, memakai lip gloss, dan berbadan ramping dengan 6 lekukan kotak pada bagian perut.
Atau menganggap cantik sebagai perempuan tinggi, mancung, rambut lurus, payudara super jumbo dan bokong super montok, serta jelas sama-sama putih sebab selalu mandi dengan susu mirip Celopatra (jika semut-semut sudah tidak doyan susu).
Padahal tampan tidak selalu maskulin, dan cantik tidak selalu feminim.
Tampan dan cantik adalah bentukan media. Juga pikiran kalian. Akan ada seorang lelaki di tengah hutan, yang tidak pernah melihat media televisi atau bokep Jepang seumur hidupnya, menganggap kawan perempuannya yang berkulit gelap, rambut keriting, dan tidak mancung hidung maupun payudaranya sebagai cantik luar biasa. Kemudian melihat perempuan 'cantik' dalam perspektif media sebagai zombie aneh yang hidup.
Korek api sebagai monumen tidak akan terlalu bermasalah. Itu tempat saya mengingat bahwa ada neraka dan surga, dan menyadari bahwa keduanya sia-sia.
Kalian juga tidak akan dijerat hukum jika menganggap korek api di atas sebagai nisan, sebagai sampah yang harganya bisa dipakai bayar ongkos sunat adik lelakimu, atau sebagai 'hanya korek api'.
Sebab pikiran saya dan Anda pasti tidak sama. Begitu juga dengan pikiran saya dengan semua manusia di muka bumi. Dan itu tidak akan jadi soal.
Tentang filosofi korek api: inilah benda yang mewakili dunia. Ada empat unsur yang pokok: cair (air), padat (besi), panas (cahaya api), dan udara.
Tempurung korek api di atas padat, memakai minyak berwujud cair, mengeluarkan cahaya yang berasal dari api yang panas, dan api tidak akan tercipta tanpa adanya udara.
Mengapa saya suka korek api? Karena saya perokok aktif.
Mengapa saya pakai domain dengan nama seloki? Karena saya...

Tinggalkan Komentar

2 Comments

  1. Kenapa nama seloki? Karena kencing sampean sudah tak bertinta. Dan malah kencing sampean rubah jadi bir, hingga tak melupakan seloki ketika ingat tentang bir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa roti isi? Karena otak manusia sudah nggak ada isi :-d

      Delete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)