Malam pada Semu

puisi seloki
Image by Free-Photos from Pixabay
Menjadi sari dari putihnya kalbu
Begitu suci laiknya genangan muara biru
Boleh lagi kulihat sementara
Sebuah tindakan yang kuperbuat demi apa-apa
Dari keinginan yang menggebu dan
enggan melepaskan semu

Seperti kunang-kunang saat mengepakkan terbang
Terlihat seperti bunga-bunga salju di musim panas waktu malam
Indah karena pancarannya
Pesonanya membara, perangai cinta

Saat itu kau di sana
Menari-nari mengusik dilema
Menentang rasa untuk menjumpai bahagia di
hari selanjutnya
Tak pernah kusangka
Sedekat embun pada sejuk ketika disapamu
dalam ketenangan

Kujumpai rasa ingin memiliki
Sekadar menghibur diri dari peliknya kisah hati
Tak kumulai sedikit pun
Hingga tak pernah sekali pun kuakhiri
Sampai pada ujung dari rasa itu membuatku
menjauh pergi

Bintik mutiara pada keningmu
Ayunan irama lagu pada merdu suaramu
Menjadi pelipur kala diri sedang bersedih
Ketika terkenang pernah bermimpi bersanding
hingga nanti

Ijen, 22 F 2019
Oleh. Rahmad Jaelani (Murid semesta yang mengaku penulis)

Post a Comment

0 Comments