Kampus: Indekos Paling Megah

Siapapun yang berhubungan dengan indekos, nyaris semua berhubungan juga dengan uang. Baik penyewa maupun inang. Penyewa-penyewa tersebut di antaranya: pelancong, karyawan, sepasang kekasih yang sange, dan yang paling banyak adalah mahasiswa.
Kampus, Indekos Paling Megah
dokumen pribadi diakses pada Maret 2019
Mahasiswa adalah pelajar di perguruan tinggi. Bangunan dalam perguruan tinggi tersebut, yang digunakan sebagai tempat belajar dan membodohi  mengajar disebut kampus. Mahasiswa di suatu kampus lebih dari 8000. Ini angka yang sedang-sedang saja, kampus besar di kota yang besar pula, angka 8000 bukan sesuatu yang mengagetkan.
Sebenarnya judul Kampus: Indekos Paling Megah berasal dari pengalaman empiris. Saya pernah kuliah di sekolah tinggi. Pernah mencoba menyewa indekos di sekitar kampus. Namun lebih sering nomaden. Kegiatan berpindah-pindah indekos tersebut malah memperkaya daftar saya tentang indekos di sekitar kampus serta karakter orang-orang berengsek.

Uang di antara penyewa dan inangnya

Seharusnya, tidak ada kalkulasi di antara kita. Tapi bagaimana lagi, biar uang berputar, biar kehidupan berjalan, dan biar saya tidak tidur di jalanan. Harus saya siapkan uang yang hendak diserahkan kepada pemilik indekos. 
Kami menyewa rumah, setahun 800 ribu yang dibagi 6 anak. Uang itu diserahkan pada bulan pertama di awal tahun, meskipun lunasnya bisa sampai bulan terakhir di tahun tersebut. Para penyewa indekos juga memerlukan keberuntungan agar mendapat inang yang baik. 
Sebenarnya keberuntungan macam begitu bisa dibuat, dengan bertanya pada tetangga atau mencari data dari pengalaman mahasiswa lapuk lain yang pernah tinggal di sana. Bukan hal yang mustahil.
Sedangkan uang yang mesti disiapkan bagi inang pemilik indekos adalah: dia mesti juga membayar pajak hotel. 
Pada Perda Kabupaten Tulungagung no. 16 tahun 2010 tentang Pajak Daerah, (sekarang diubah dengan Perda no. 12 tahun 2012) indekos masuk salah satu bangunan yang kena pajak. Dalam hal ini dikategorikan sebagai pajak hotel. Tertuang pada pasal 4 Perda tersebut poin 3j.
Kampus: Indekos Paling Megah
dokumen pribadi diakses pada Maret 2019

Beberapa orang memandang sebagai peluang usaha. Sebab kampus yang berkembang di negara berkembang, akan terus melonjak mahasiswanya. Artinya semakin banyak yang menjadikan indekos sebagai kebutuhan. 
Di sekitar kampus di Kabupaten Tulungagung, banyak sekali indekos-indekos. Sedang yang tercatat memiliki izin gangguan (HO) bisa dihitung dengan jari.
Sebab pada pasal 4 tersebut, tertulis pada poin 3j: Rumah Kos dengan penghuni lebih dari 10 (sepuluh) orang.
Indekos saya tidak masuk kena pajak, artinya inang indekos ini tidak perlu mengurus perizinan. Banyak indekos lain juga demikian, menerima maksimal 9 penghuni. Sisanya dibangunkan di tempat lain dengan jumlah penghuni tidak sampai 10.
Mereka cerdas. 
Itu berdasar pengalaman saya sekitar 3 tahun lalu. Sekarang saya malah menemukan indekos ideal bagi seluruh mahasiswa di seluruh pojok bumi. Berikut fasilitasnya:
  1. GRATIS (terlepas dari UKT/SPP)
  2. Koneksi internet gratis 24 jam selama 7 hari
  3. Banyak kamar tidak dipakai dan bisa dipakai
  4. Kamar mandi lebih dari 20 lengkap dengan kakusnya
  5. Bangunannya besar
  6. Tiap malam ada penjaga yang berkeliling (kendaraan aman)
  7. Dekat dengan toko rokok dan anggur
  8. Lapangan bola
  9. Musala
  10. Dan masih banyak lainnya.
Indekos yang saya maksud bernama kampus.

Cara agar bisa tinggal di kampus:

  1. Jika kalian adalah mahasiswa anyar, segeralah masuk organisasi intra di sana
  2. Akrabi para senior dan beri mereka rokok
  3. Tertawalah pada gurauan yang sama sekali tak lucu dari senior, ingat, senior itu akan lulus pada waktunya
  4. Ajak ngopi secara pribadi
  5. Mulai ceritakan kisah sedih yang kalian karang, terutama tentang uang dan menyenggol tempat tinggal
  6. Akrabi juga satpam dan tetangga
  7. Jika perlu, akrabi sekalian rektor kampus kalian
  8. Tara... Beberapa waktu kemudian kunci ruang organisasi itu menjadi milik kalian
Bagi kalian yang punya cerita lebih menarik tentang indekos, terutama gratis dengan fasilitas lebih mewah dari pengalaman saya, silakan lempar di kolom komentar. Mumpung saya masih menjadi mahasiswa setengah aktif. //

Tinggalkan Komentar

0 Comments