Kadang Kala


Kadang kala selembar daun adalah hikayat tak tertulis dari mata pena para pencari
Kadang kala,
Kadang kala...
Sepasang matamu adalah sinar kesepian yang membikin para penyair memutuskan pensiun menoreh syair
Kadang kala tinta mereka berhenti, dan mulut mereka terkatup tiba-tiba
Kadang kala otak mereka mendadak kosong, dan cakrawala meremang dan merah berubah luntur dan para penyair memutuskan pensiun
Di matamu...
Di sepasang matamu...
Dalam kadang kala yang berulang dan berubah menjadi sering

Kadang kala...
Hujan adalah badai yang merintik dalam detik-detik yang menelaga dan menenggelamkan
Jadi hulu. Tanpa hilir. Jadi banjir
Lalu umat manusia sama menumpang kapal Nuh
Di cerita yang lain Kaum Sodom ikut eksodus bersama Luth mengarungi malam
Sementara istri-istri mereka membangkang dan berjungkir balik di luar hukum keteraturan

Kadang kala...
Cerita mengenai kaum Luth dan Kaum Nuh coba kuikat dalam matamu yang tajam dan dingin dan kesepian
Aku menumpang dalam sepasang matamu demi menolak banjir
Aku berjalan panjang dalam ksepian-kesepiannya
Dari sama sekali menuju kadang kala dan senja kala yang nyaris dilupakan para penyair yang pensiun
Duhai, dari mana kau warisi sepasang mata kesepian itu
Aku akan berumah dan menempuh perjalanan di dalamnya
Dalam kadang kala yang berulang dan berubah menjadi sering


22032019 07:37

Oleh. H Niskala (penggemar tim sepak bola Liverpool)


Post a Comment

0 Comments